Aksi mahasiswa ini diawali dengan long march dari kampus menuju jalan Diponegoro dan pertigaan Jalan Ahmad Yani. Di sepanjang jalan yang dilalui, mereka berorasi menuntut agar pemerintah menurunkan harga BBM.
"Pemerintahan Presiden Jokowi sudah gagal, karena banyak sembako seperti harga beras belum stabil, tapi harga BBM naik kembali. Ini namanya presiden tidak pro rakyat," teriak Atif, korlap aksi di pertigaan Jalan Ahmad Yani, Kamis (2/4/2015).
Tak berhenti di situ. Para mahasiswa kemudian melanjutkan aksinya di depan Kantor Pemkab Sidoarjo. Teriakan "turunkan Jokowi sekarang juga" menggema di depan kantor pemkab.
Saat berorasi di depan kantor pemkab, para pengunjuk rasa mengaku siap untuk mengantarakan presiden ke tujuh Republik Indonesia itu ke kota kelahirannya di Solo.
"Sebagai simbolnya (mengantar Jokowi pulang), kami sudah bawa kursi panggul," kata Arif, salah satu kordinator aksi.
Sebelum mengakhiri unjuk rasa, 6 orang mahasiswa bertemu dengan anggota DPRD Sidoarjo untuk menyampaikan aspirasinya. Setelah itu mereka membubarkan diri dengan tertib, dan kembali ke kampusnya Universitas Muhammadiyah Sidoarjo.
(bdh/bdh)











































