Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, Sutikno (72) yang sehari-hari berprofesi sebagai dukun dilaporkan korban ke Unit PPA Sat Reskrim Polres Mojokerto, Kamis (2/4/2015).
Menurut cerita kakak kandung korban Sukamto (32), ritual terlarang itu terjadi sejak Oktober 2014 silam. Pada mulanya korban meminta tolong ke Sutikno untuk melancarkan penjualan bata merah milik ibunya. Terlapor yang terkenal memiliki kemampuan spiritual itu menyanggupi mampu mengatasi persoalan keluarga korban.
"Saat itu dia (terlapor) mengatakan kalau penyebab seretnya menjual bata merah karena tubuh korban diikuti oleh makhluk halus sehingga harus dibersihkan," kata Sukamto kepada detikcom saat mendampingi adiknya melapor di Mapolres Mojokerto.
Dengan alasan itu, lanjut Sukamto, terlapor mendatangi rumah korban di Kecamatan Ngoro. Kakek 72 tahun itu pun mengajak korban untuk menggelar ritual berdua di dalam kamar rumah korban. Saat itu, Sutikno membasuh wajah korban dengan air kembang setaman sembari mengatakan ingin berhubungan badan dengan janda beranak satu itu.
"Adik saya sempat menolak ajakan itu. Namun, pelaku mengatakan persetubuhan itu untuk membersihkan nasib sial korban. Adik saya juga dirayu kalau yang meminta bersetubuh bukan pelaku melainkan arwah kakek moyangnya," ungkapnya.
Termakan bujuk rayu terlapor, korban pun seakan tak berdaya. Sutikno menyetubuhi korban di kamar rumahnya. Bahkan, persetubuhan itu tak hanya sekali. Sejak Oktober 2014, korban mengaku 4 kali disetubuhi terlapor dengan modus dan lokasi yang sama.
Sukamto menuturkan, korban tak berani menolak permintaan terlapor lantaran diancam akan disakiti secara halus. Setiap berhubungan badan dengan terlapor, korban tak sadar seperti diguna-guna.
"Sudah disetubuhi 4 kali. Setiap pelaku datang ke rumah adik saya, bilangnya di tubuh adik saya masih ada makhluk halus yang mengikuti. Sehingg harus melakukan ritual kembali. Adik saya merasa seperti diguna-guna," imbuhnya.
(bdh/bdh)











































