Aksi digelar Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) depan Balaikota Malang, Selasa (31/3/2015) ini mendapat pengawalan ketat aparat kepolisian. Pagar betis juga dipasang Satpol PP di depan gerbang Balaikota Malang.
Sepanjang aksi, mahasiswa bergiliran melakukan orasi yang menolak dan mengecam kebijakan Jokowi tak pro rakyat. "Jokowi sudah tidak pro rakyat, kami nyatakan sikap turunkan Jokowi," ucap mahasiswa dalam orasinya.
Mahasiswa juga menyayangkan tindakan brutal aparat keamanan ketika mengamankan aksi demonstrasi HMI di ibukota. Tindakan petugas tidak mencerminkan membela kepentingan rakyat, dan memilih membela penguasa.
Pendemo juga menilai demokrasi sudah direbut kekuasaan binal dengan kekuatan militeristik untuk mengintimidasi rakyat.
"Kader HMI diserbu aparat, kala menolak kenaikan BBM. Ini sungguh tindakan aparat negara yang jauh dari nilai-nilai demokrasi," teriak mahasiswa.
Menurut mahasiswa, Presiden Jokowi tidak memiliki taring atas gagasan politiknya. Bahkan beragam kebijakan bertentangan dengan janji politiknya sendiri. "Pencitraan melalui blusukan tidak lain adalah kapitalis simbolis untuk memanipulasi nurani politik. Jokowi tidak tegas dalam menangani konflik nasional," kata mahasiswa.
Korlap aksi Sahmawi mengatakan, HMI menuntut Polri segera mengusut tuntas kasus penyerangan dan perusakan di Sekretariat HMI di Cikini.
"Kami juga menuntut pemerintahan Jokowi- Jusuf Kalla untuk bertanggung jawab atas segala distabilitas terjadi di negeri ini," ungkapnya di sela aksi.
(fat/fat)











































