Tim dokter RSU dr Soetomo berusaha meningkatkan atau menstabilkan kondisi bayi dengan memberi nutrisi, memberi ASI yang bertujuan meningkatkan anti bodi dan kekebalan serta memberi sinar di dalam inkubator agar tubuhnya kembali menghangat dan stabil.
"Saat ini kondisi tubuh bayi bayi menguning. Kondisi jantung yang semula 80 persen, kini menurun antara 78-75 persen. Sehingga pernafasannya tidak stabil dan dibantu oksigen," kata Ketua Tim Pusat Pelayanan Kembar Siam Terpadu (PPKST) RSU dr Soetomo, dr Agus Harianto SpAK, Kamis (26/3/2015).
Agus menjelaskan, jika tubuh yang sudah menguning itu tidak distabilkan maka cepat atau lambat akan menyerang otak dan mengancam nyawa kedua bayi. Apalagi, keduanya tidak mungkin bisa dipisahkan lantaran memiliki satu jantung.
"Jadi dalam kondisi ini, dokter tidak berani melakukan operasi pemisahan. Karena bisa menyebabkan keduanya malah meninggal di meja operasi," tambahnya.
RSU dr Soetomo kembali merawat bayi kembar siam. Kali ini rumah sakit terbesar di Indonesia bagian timur itu merawat bayi kembar siam ke-68 dempet dada dan perut yang lahir di RS Jasem Jalan Raden Fatah, Sidoarjo.
Bayi perempuan diberi nama Rahma dan Rahmi yang lahir, Minggu (22/3) dengan berat badan 5.000 gram dan panjang berbeda, yakni 90 cm Rahmi Satu dan 75 cm untuk Rahmi dua.
Hasil pemeriksaan echocardiography diketahui jika kedua bayi memiliki kelain bawaan yang cukup komplek. Jantung bayi menyatu, memiliki dua serambi dan dua bilik, dengan pembuluh darah yang rumit dan bermasalah. Dan jantung ini dipakai untuk menyuplai darah dan oksigen kedua bayi.
(fat/fat)










































