Kepala Bakesbanglinmas Soemarno, selama ini pihaknya terus berkoordinasi dan berkomunikasi dengan organisasi kemasyarakatan (Ormas). Khususnya, ormas Islam. Yang bertujuan menangkal ideologi atau pemikiran yang melenceng dari semangat religiusitas.
"Ormas Islam seperti NU, Muhammadiyah, MUI, dan lain sebagainya itu adalah pihak-pihak yang berkompeten menjelaskan tentang prinsip keagamaan. Kami menguatkannya dengan wawasan kebangsaann," kata dia di ruang kerjanya kawasan Jaksa Agung Suprapto, Rabu (25/3/2015).
Menurutnya, pemkot selama ini sudah banyak menggelar program kerjasama dengan ormas terkait upaya penangkalan gerakan radikal. Ia menyebut, program yang sudah rutin dilaksanakan antara lain, kemah pemuda antar agama, dialog Forum Kerukunan Umat Beragama, dialog wanita antar agama, dan diskusi-diskusi lain yang bersifat tentatif.
Selain dengan ormas Islam, pihaknya juga menggandenga MUI dalam bersinergi melakukan diskusi rutin di masjid kampus maupun pertemuan di pemukiman warga.
"Tidak hanya ormas Islam dan ormas berbasis agama yang diajak turut serta menangkal gerakan radikal. Pada prinsipnya, semua ormas memiliki peran penting. Mereka adalah pionir perubahan dan kewaspadaan di masyarakat. Diharapkan, dari mereka akan ada gethok tular," harapnya.
Selain bersinergi dengan ormas keagamaan, warga juga harus perhatian dengan lingkungan di sekitar. Jika di daerahnya terdapat hal-hal yang mencurigakan, segera dilaporkan ke perangkat warga seperti RT dan RW. Untuk kemudian ditindaklanjuti ke pihak berwenang baik lurah, camat maupun kepolisian.
(ze/fat)










































