Pembegal Karyawati SPBU di Probolinggo Tewas Didor

Pembegal Karyawati SPBU di Probolinggo Tewas Didor

- detikNews
Selasa, 24 Mar 2015 08:32 WIB
Pembegal Karyawati SPBU di Probolinggo Tewas Didor
Foto: Rois Jajeli
Surabaya - Arifin alias Rifin (32) warga Kecamatan Wonomerto, Probolinggo, tewas setelah didor polisi. Pembegal karyawati SPBU di Probolinggo ini ditembak, karena menyerang petugas dengan celurit saat hendak disergap polisi.

"Tersangka ini melakukan perlawanan dan menyerang petugas dengan senjata tajam celurit," kata Kompol A Jumhur, kepada wartawan di kamar mayat RSU dr Soetomo, Surabaya, Selasa (24/3/2015).

Kanit Bajak Sandera Subdit Jatanras Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) ini menerangkan, Arifin disergap pukul 02.00 wib di Jalan Raya Desa Sumberkare, Probolinggo.

Tersangka kasus (365) pencurian dengan kekerasan ini adalah komplotan dari tersangka Bayu, yang sudah ditahan lebih dulu. Rifin juga ditetapkan sebagai daftar pencarian orang (DPO) sesuai nomor DPO/93/XI/2014/reskrim Kab Probolinggo pada 8 Desember 2014.

Berdasarkan laporan polisi LP nomor 26/12/2014/res Kab Probolinggo, pelaku dan kelompoknya (6 orang) melakukan perampasan terhadap Supriati, karyawati SPBU di Probolinggo.

"Tempat kejadiannya di Jalan Raya Bromo Kecamatan Lumba, Kabupaten Probolinggo. Aksi para pelaku ini membuat korban meninggal dunia karena luka bacok di lehernya, serta kerugiannya Rp 20 juta," tuturnya.

Rifin ditangkap oleh tim gabungan dari Cobra Polda Jatim, Jatanras Polres Probolinggo dan Polresta Probolinggo. Tim gabungan yang mendapatkan informasi keberadaan pelaku, langsung melakukan pengepungan ke sebuah rumah yang diduga tempat persembunyian tersangka.

Ketika sebagian anggota mendobrak dan masuk ke rumah tersebut, serta berteriak sebagai anggota kepolisian, tiba-tiba pelaku keluar dari persembunyiannya langsung menyerang petugas dengan celurit.

Kejadian itu, membuat polisi mengeluarkan tembakan ke arah pelaku. Timah panas tersebut mengenai telapak tangan sebelah kiri hingga tembus ke bagian dada Rifin.

Meski sudah berusaha dibawa ke rumah sakit dr Saleh, Probolinggo, nyawa pembegal ini tak tertolong ketika dalam perjalanan menuju rumah sakit. "Kita amankan barang buktinya satu senjata tajam celurit," tandasnya.

(roi/fat)
Berita Terkait