Bongkar muat yang biasanya dikerjakan sekitar 15 hingga 20 menit, kini dipercepat menjadi 10 menit saja. Meski ada sistem percepatan bongkar muat tersebut, rata-rata para pengguna jasa penyeberangan di Pelabuhan masih harus antre sekitar 1 hingga 1,5 jam lamanya.
"Jadwal bongkar muat dipercepat jadi 10 menit biasanya 15 sampai 20 menit. Jadi maksimal 1.5 jam untuk mengantre," kata Manajer Operasional PT Indonesia Ferry ASDP Ketapang, Saharudin Kotto, ditemui detikcom di Dermaga MB I Pelabuhan Ketapang, Minggu (21/3/2015).
Selain langkah di atas, sambung Saharudin, pihak Pelabuhan Ketapang juga menyiapkan antisipasi pelayanan khusus dengan melayani 256 trip kapal. Ratusan trip ini untuk melayani serbuan ribuan penumpang yang menurut Saharudin, naik sekitar 5 persen dari total kepadatan Nyepi tahun 2014 lalu.
"Kepadatan pengguna jasa naik 4 sampai 5 persen dari jumlah tahun lalu," imbuhnya.
Data dari PT Indonesia Ferry ASDP Ketapang menyebutkan hingga pukul 12.00 wib, kepadatan penumpang masih didominasi kendaraan pribadi. Pengguna roda dua sebanyak 5 ribuan dan roda empat sekitar 1300 unit.
Jumlah ini masih jauh dari total penumpang yang kemarin melewati Pelabuhan Ketapang sejumlah 13 ribu penumpang, roda dua 15 ribuan dan roda empat sekitar 6300 unit. Diprediksi kepadatan kendaraan ini akan bisa terurai pada sore hari nanti.
"Perkiraan sore nanti sekitar pukul 15.00 wib kepadatan kendaraan di kawasan ASDP akan terurai," pungkasnya.
(fat/fat)










































