Kanker Payudara Kini Serang Wanita Usia 20-an

Kanker Payudara Kini Serang Wanita Usia 20-an

- detikNews
Sabtu, 21 Mar 2015 17:25 WIB
Kanker Payudara Kini Serang Wanita Usia 20-an
Foto: Imam Wahyudiyanta
Surabaya - Kanker payudara salah satu penyakit yang ditakutkan perempuan. Penyakit ini sudah menjadi pembunuh nomor dua setelah kanker serviks. Bahkan tren saat ini penderitanya bisa usai belia.

Usia penderita payudara dari tahun ke tahun semakin maju dalam hal umur. Jika 15 tahun lalu kanker payudara dominan menyerang pada perempuan usia 40 tahun ke atas, maka sekarang ini perempuan pada usia 30 tahunan sudah rentan terjangkit penyakit mematikan ini.

Bahkan tidak sedikit perempuan yang masih berusia 20 tahun-an terjangkit kanker payudara. See sendiri juga pernah menangani pasien kanker payudara yang masih berusia belia.

"Saya pernah menangani pasien umur 19. Terkena kanker payudara karena gen bawaan orang tuanya yang juga terjangkit kanker payudara," kata dokter onkologi Rumah Sakit Mount Elizabeth, dr See Hui Ti, di sela-sela Health Seminar 'Breast Cancer' di Bandar Djakarta Surabaya, Sabtu (21/3/2015).

Faktor gen, lanjut See, memang menjadi salah satu faktor seseorang terjangkit kanker payudara. "15-25% Orang tua bisa menurunkan gen penyebab kanker payudara ke anak atau cucunya. Tidak hanya kanker payudara, tetapi juga kanker ovarium," jelas See.

Tetapi, kata See, makanan menjadi faktor yang membuat seseorang terjangkit kanker payudara lebih dini. Pola makan yang tidak sehat bisa memicu sel kanker berkembang lebih banyak dan cepat. Pola makan yang tidak sehat bisa memicu sel kanker berkembang lebih banyak dan cepat.

Makanan dan minuman yang harus dihindari bagi yang belum maupun sudah dan tak ingin terkena kanker payudara kembali adalah alkohol, roko, dan makanan berlemak.

"Kurangi kalau perlu hindari makanan yang mengandung banyak lemak dan karbohidrat," tandas See.

Pemahaman sejak dini tentang kanker payudara sangat penting diketahui oleh para perempuan. Jika menemui dokter lebih awal akan bisa dipahami jika kanker payudara yang terdeteksi sejak awal akan bisa disembuhkan.

"Jadi tidak perlu takut kehilangan payudara karena kanker payudara bisa dideteksi sejak awal," kata See.

Namun jangan salah, jelas dia, kanker payudara juga menyerang pria. "Jangan salah, kanker payudara juga menyerang pria," tambahnya.

Namun perbandingan kanker payudara yang menyerang pria dengan perempuan hanyalah 1%. Perempuan, kata See, tetap menjadi penderita dominan. Masih banyaknya penderita kanker payudara di Indonesia menurut See adalah dikarenakan faktor psikologi.

"Problem utama perempuan Indonesia tak mau menemui dokter untuk memeriksakan diri adalah karena takut, entah itu takut efek kemoterapi ataukah takut kehilangan payudara," lanjut See.

Sementara itu acara yang digelar High Desert Indonesia adalah perusahaan yang bergerak di bidang distribusi produk perlebahan yang meliputi wilayah Indonesia, Malaysia, Singapura, Filipina, dan Hongkong. Produk perlebahan ini bermanfaat bagi pencegahan maupun membantu dalam pengobatan kanker payudara.
(iwd/fat)
Berita Terkait