Sang nenek ditemukan seorang pengembala sapi, di lereng perbukitan Bujuk Ranjang, di Desa Kotakan Kecamatan Situbondo, Sabtu (21/3/2015).
"Korban ditemukan setelah 3 hari hilang. Kondisinya cukup sehat dan sekarang sudah dipulangkan ke rumahnya," kata Kasubbag Humas Polres Situbondo, Iptu H Nanang Priambodo.
Keterangan yang diperoleh detikcom menyebutkan, nenek Rabina dinyatakan hilang sejak Rabu (18/3) sore lalu. Rabina tak pulang ke rumahnya, di Dusun Pariyaan Selatan Desa Sumberkolaktak, setelah pamit akan mengembala kambing.
Rabina diduga tersesat saat hendak pulang, karena kondisinya yang mulai pikun. Upaya pencarian terus dilakukan warga, dengan dibantu tim SAR gabungan. Pencarian dilakukan dengan menyisir area perbukitan desa setempat, di sekitar sang nenek biasa mengembala kambingnya.
"Hari kedua pencarian, tim SAR hanya menemukan tiga ekor kambing milik korban. Kambing-kambing itu berjalan sendiri, nenek yang mengembalan tidak ada," tutur Kepala BPBD Situbondo, Zainul Arifin.
Anehnya, saat sudah ditemukan dan dievakuasi ke rumahnya, Rabina justru mengaku tidak pergi kemana-mana. Karena itu, dia sempat kaget melihat banyak warga berkunjung rumahnya. Selama tiga hari ini, sang nenek mengaku tetap beraktivitas di rumah seperti biasa, termasuk memasak untuk kebutuhan makannya.
Karena itu, selama tiga hari itu Rabina tak merasakan lapar dan haus. Bahkan, semalam Rabina juga merasa masih tiduran di rumahnya, dan melihat banyak warga yang datang. Namun, kata Rabina, dirinya serasa tidak mampu menyapa warga.
"Ini memang aneh. Tadi malam memang ada beberapa warga yang melihat bayangan nenek Rabina di rumahnya. Tapi setiap didekati bayangan itu selalu menghilang," tandas Arief, Kepala Dusun Pariyaan Selatan kepada detikcom.
Saat ditemukan warga, Rabina bersikukuh hanya keluar sebentar untuk mencari 3 ekor kambingnya yang hilang. Tak heran, saat itu telapak kakinya dipenuhi duri yang menancap. Namun, tak sedikit pun Rabina mengeluhkan rasa sakit akibat tertancap duri-duri tersebut.
"Waktu cari kambingnya, nenek Rabina bilang ada yang mengajak. Tapi nenek tidak mau bilang siapa yang mengajak," pungkas Arief.
(fat/fat)











































