Plt Kepala Dinas Kebudayaan & Pariwisata Yanuar Bramuda mengatakan, setelah penandatanganan PKS, pihak Pelindo III membuat masterplan penataan kawasan Pantai Boom dengan melibatkan arsitek nasional Ahmad Djuhara.
Pantai Boom yang memiliki luas 44,2 hektar ini akan diarahkan untuk pengembangan wisata maritim terpadu. Akan dibagi zona-zona seperti kawasan komersil, publik dan kawasan perikanan.
"Masyarakat umum masih tetap bisa ke Pantai Boom seperti biasanya, begitu juga nelayan tetap bisa melakukan aktifitasnya," kata Bramuda, Jumat (20/3/2015).
Untuk pengembangan Pantai Boom, PT Pelindo III Cabang Tanjung Wangi akan melibatkan anak perusahaannya, yaitu PT Pelindo Properti Indoesia (PPI).
Presiden Direktur PPI Prasetyo mengatakan, Pantai Boom diproyeksikan sebagai kawasan wisata maritim terlengkap di Indonesia. Selain itu, Banyuwangi memiliki destinasi wisata yang sangat beragam dan unik.
Mulai wisata pantai seperti Pantai Pulau Merah, Pulau Tabuhan, dan Teluk Hijau. Selain itu, ada wisata gunung di Kawah Ijen serta wisata petualangan di Taman Nasional Alas Purwo dan Sukamade.
"Destinasi inilah yang menjadi daya tarik pemilik yacht. Karena saat sandar, biasanya mereka akan mencari obyek wisata di sekitarnya, dan Banyuwangi punya itu," kata Prasetyo.
Sebagai langkah awal, lanjut Prasetyo, pengembangan Pantai Boom dimulai dengan pembangunan marina. Pembangunan ini akan dimulai pada akhir 2015 dan ditargetkan sudah bisa beroperasi ada awal 2017.
"Tahun ini setelah masterplan selesai, langsung kita kebut dengan studi kelayakan sehingga bisa langsung membangun. Marina ini nantinya mampu menampung hingga 40 yacht. Untuk selanjutnya kita juga membuka peluang bagi investor untuk melengkapi fasilitas lainnya seperti hotel dan pusat hiburan," terang Prasetyo.
Prasetyo pun telah memiliki beberapa strategi untuk mempromosikan kawasan wisata maritim Pantai Boom. Salah satunya menawarkan Pantai Boom kepada ke beberapa klub layar dunia. Prasetyo sudah bertemu operator Fremantle Sailing Club. Operator ini biasanya melakukan rally laut dengan kapal yacht yang biasanya menempuh rute Bali-Lombok-Labuan Bajo.
"Kami usahakan menambah rutenya mulai dari Pantai Boom Banyuwangi," ujar Prasetyo.
(fat/fat)










































