Pelaku yang masuk melalui tembok belakang, berhasil menggondol belasan gram perhiasan emas dan sejumlah batu mulia, jenis Safir dan Giok. Pemilik rumah mengaku kerugian mencapai puluhan juta rupiah.
Berdasarkan pengamatan pihak kepolisian, pelaku diduga masuk dengan cara memanjat tembok pagar belakang rumah milik Teguh (48). Selanjutnya pelaku membobol ventilasi udara tepat di atas pintu belakang.
"Ventilasinya memang belum jadi, masih saya tutup dengan kayu," kata Teguh, kepada wartawan sambil menunjuk ventilasi di atas pintu belakang rumahnya.
Pelaku leluasa memanjat tembok pagar rumah korban, karena situasi lingkungan sekitar memang sepi. Bahkan sisi kiri dan kanan rumah korban belum ada rumah tetangga, sementara bagian belakang masih berupa ladang jagung.
"Kalau siang juga sepi Mas, saya kerja dan istri juga mengajar," terang pria yang berprofesi sebagai pedagang di Pasar Baru Tuban itu.
Aksi pembobolan diketahui pertama kali oleh istrinya, Widyawati. Guru SD di Kecamatan Kerek ini baru tahu rumahnya dimasuki maling setelah pulang dari aktivitas mengajar.
"Saya kan kalau Jumat pulang pagi, saya sampai rumah sekitar jam 11 siang dan lihat laci di kamar sudah terbuka," kata Widyawati.
Sementara barang yang hilang adalah gelang seberat 10 gram, cincin 3 gram dan juga beberapa batuan mulia seperti safir, giok dan beberapa macam lainnya. "Kalau batu-batu itu memang kenang-kenangan Mas," pungkas Widyawati.
(fat/fat)











































