Tim Reserse Polres Malang Kota melakukan tindakan tegas, karena kedua pelaku melawan saat akan diamankan. Dari dua orang pelaku yang dilumpuhkan dengan timah panas, satu diantaranya tewas.
Pelaku yang tewas tertembak adalah Sukarno (25), warga Dusun Sumber Perkul, Desa Gedangan, Kabupaten Malang. Sedangkan seorang lagi adalah Hariyanto (32), warga Gedangan, Kabupaten Malang, mengalami luka tembak di bagian kakinya. Jenazah Sukarno masih berada di Ruang Jenazah RSUD dr Syaiful Anwar (RSSA) Malang.
"Pelaku membahayakan nyawa petugas dengan menyerang petugas sehingga kami terpaksa melumpuhkan dengan peluru," kata Kapolres Malang Kota AKBP Singgamata kepada wartawan di Mapolres Jalan Jaksa Agung Suprapto Rabu (18/3/2015).
Dia menerangkan, bahwa kedua Pelaku digerebek usai mencuri motor matic merk Honda Beat dengan nomor polisi N 3831 GS, beberapa saat sebelum ditangkap.
Motor yang dicuri adalah milik Bambang Susilo (50), warga Mangliawan, Pakis, Kabupaten Malang. Pencurian ini bermula saat Bambang Susilo, sejak Selasa (17/3/2015) menitipkan sepeda motornya kepada Hariyanto (46), warga Jalan Danau Bratan Timur, Kelurahan Madyopuro, Kedungkandang, Kota Malang.
Motor milik Bambang sempat digunakan anak Hariyanto, Tri Untoro, pada Selasa malam sekitar pukul 20.00 WIB. Usai digunakan, Tri Untoro memarkir motor itu di garasi rumah, dengan pengamanan kunci ganda, dan pagar rumah digembok.
Baik Tri Untoro maupun Hariyanto tidak mengetahui tepatnya aksi pencurian terjadi pukul berapa. Hariyanto baru tahu motor milik Bambang Susilo raib pada Rabu pukul 2.30 WIB saat dia bangun dari tidur. Mengetahui itu, dia langsung melaporkan kejadian ini kepada polisi.
Tak lama, polisi berhasil mengidentifikasi identitas pencuri motor korban, yakni Sukarno, dan seorang lagi kebetulan memiliki nama sama dengan korban, Hariyanto.
Rumah yang diduga menjadi tempat persembunyian kedua pelaku akhirnya digerebek petugas. Ujungnya, Sukarno tewas diterjang timah panas petugas.
Hariyanto tengah menjalani pemeriksaan intensif di Mapolres Malang Kota. Petugas masih memburu komplotan kedua pelaku yang disinyalir telah banyak beraksi di wilayah Kota Malang. "Kami terus memburu jaringan pelaku. Tidak ada ampun bagi pelaku curanmor," tegas Singgamata.
(bdh/bdh)










































