Massa dari Paguyuban Arek Jawa Timur (Pagar Jati) menilai, dugaan kasus korupsi dana hibah dari Pemprov Jatim tahun 2012-2013 senilai Rp 20 miliar yang dilakukan oleh Kadin Jatim. Namun, sampai saat ini, Kejati Jatim baru menetapkan dua pejabat Kadin sebagai tersangka, yakni Diar Kusuma Putra dan Nelson Sembiring.
Sayangnya, hingga saat ini Satuan Khusus Tindak Pidana Korupsi (Satsus Tipikor) Kejaksaan Tinggi Jawa Timur belum memeriksa La Nyalla Mattalitti sebagai Ketua Kadin Jatim.
"Yang pasti, kami akan membackup dalam bentuk apapun untuk mendukung kejaksaan. Jangan sampai Satsus Tipikor diintervensi oleh pihak manapun," ujar Ketua Aksi Damai dari Pagar Jati, Agung Prasetyo, di sela-sela aksinya di depan kantor Kejati Jatim, Jalan A Yani, Surabaya, Selasa (17/3/2015).
Dalam kasus dugaan korupsi dana hibah menurut Agung, kejati baru menetapkan dua tersangka pejabat kadin. Ia mensinyalir masih ada calon tersangka lainnya.
"Kami menuntut usut tuntas semua yang terlibat dalam penyalahgunaan dana hibah di Kadin," terangnya.
Sementara itu, Agus Muslimin, Sekretaris MPW Pemuda Pancasila Jawa Timur mengatakan, PP akan merespon balik terhadap ormas atau siapapun yang mendeskreditkan La Nyalla Mattalitti (Ketua MPW PP Jatim dan juga Ketua Kadin Jatim).
"Kita memberikan respon balik terhadap upaya-upaya ormas siapapun yang akan mendeskreditkan ketua," ujarnya di sela-sela aksinya di depan kantor Kejati Jatim.
"Pencatutan nama ketua bagi kami itu adalah harga mati yang harus dibela dalam kondisi apa pun," tegasnya.
Agus menambahkan, pihaknya sepakat untuk sama-sama memberantas mafia. Bahkan pihaknya juga punya bukti-bukti yang siap diteruskan ke kepolisian maupun kejaksaan.
"Tapi pada saat dia ngomong ketua kami, maka urusannya adalah dengan seluruh organisasi Pemuda Pancasila di Jawa Timur. Ini yang harus diketahui oleh siapapun yang akan mendeskreditkan ketua kami," jelasnya.
PP akan menempuh jalur hukum apabila ada yang mendeskreditkan ketuanya (La Nyalla Mattalitti). "Ketua kami tidak hanya sekedar nama La Nyalla Mattalitti, tapi dia mengkoordinasi, mengkomando seluruh Pemuda Pancasila di Jawa timur," tuturnya.
"Kalau seluruh Pemuda Pancasila di Jawa Timur resah, ini juga merugikan pembangunan yang ada di Jawa Timur. Maka dalam hal ini, kita dalam posisi saat ini meredam apa yang dipertanyakan teman-teman di Jawa Timur, sehingga kami akan terus berupaya memberikan respon yang mendeskreditkan ketua kami," tandasnya.
(bdh/bdh)










































