Joko warga Desa Pajaran, Malang ini ditembak mati, Selasa (17/3/2015) sekitar pukul 04.00 wib di dekat pemondokan (Tempat persembunyiannya) di Desa Palang Sari Kecamatan Puspo Kabupaten Pasuruan.
Sedangkan Tio warga Krian Stasiun, Sidoarjo, ditembak mati petugas, Rabu (11/3/2015) dini hari di Waru-perbatasan Surabaya-Sidoarjo.
"Kedua pelaku ini memang kadang beraksi bersama-sama," kata Kanit Bajak Sandera Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim Kompol A Jumhur, Selasa (17/3/2015).
Jumhur menerangkan, Joko kadang kala beraksi bareng dengan Tio. Kadang melakukan perampasan sepeda motor hingga mengakibatkan korban meninggal dunia, karena dibacok sampai di-bondet (bom ikan). Kadang komplotan ini juga menyatroni perumahan.
Daerah operasi komplotan Joko seperti merampok brangkas di Tulungagung yang mengakibatkan korban meninggal dunia. Perampasan sepeda motor di Nongkojajar Pasuruan yang mengakibatkan korban kepalanya pecah dan tewas setelah dilempar bondet.
3 TKP (tempat kejadian perkara) di Gresik. Korban pun mengalami luka bacok. Merampok rumah di Mojokerto, 2 kali di perumahan di Malang.
"Tersangka (Joko) sudah 5 kali residivis. Setiap beraksi selalu membawa bom ikan," tuturnya.
Kata Jumhur, saat beraksi melakukan perampasan motor biasanya dilakukan 4 pelaku. Sedangkan saat menggarong rumah biasanya sampai 6 pelaku.
"Kalau ada kerjaan, dia (joko) bergabung. Dia ini freelance," tandasnya.
Meski sudah menembak mati 2 begal dan mengamankan 1 orang, polisi masih melakukan pengejaran terhadap 2 tersangka lainnya yang diduga masih satu komplotan begal sadis. "Ada 2 target yang kita kejar lagi," tandasnya.
(roi/fat)











































