IDI Malang Sayangkan Sikap Dokter yang Dipolisikan Karyawan

IDI Malang Sayangkan Sikap Dokter yang Dipolisikan Karyawan

- detikNews
Senin, 16 Mar 2015 16:25 WIB
Malang - Ikatan Dokter Indonesia (IDI) menyayangkan sikap dokter Antarestawati yang memposting foto selfie Khoiriatul Masruroh (28), hingga berujung ke jalur hukum. Seharusnya seorang dokter bisa menjaga diri tanpa harus membuka konflik kepada sesama maupun ke masyarakat.

"Iya kami sayangkan, jika itu benar ada. Semestinya tidak begitu," ujar Ketua IDI Malang dr Eny Sekar Rengganingati kepada detikcom, Senin (16/3/2015).

Eny pun kaget saat mendengar bahwa kasus tersebut sudah dilaporkan ke polisi. Diapun bertanya ada apakah antara dokter dan pelapor. "Kira-kira ada masalah apa ya, sampai melapor," ucap Eny penuh tanya.

Pihaknya sendiri tidak mengetahui jelas permasalahan yang melibatkan dokter dan pelapor sama-sama bertugas di RSUD Kanjururah, Kepanjen, Kabupaten Malang. "Harus hati-hati ketika kita mengakses media sosial, bisa jadi begini. Siapa yang rugi," tegasnya.

IDI, kata dia, tidak dapat ikut campur dalam permasalahan ini. Karena IDI baru bisa turun tangan saat ada permasalahan pelayanan dari tenaga medis atau dokter. Dirinya melihat ini bisa dikatakan sebagai konflik pribadi antara dokter dengan karyawan rumah sakit tersebut.

"Sudah bagus jika direktur segera menanganinya. IDI tidak bisa ikut campur, dan kita tidak mendapat laporan," ungkapnya.

Dirinya berpesan agar dokter maupun tenaga medis bisa menjalankan kinerja secara profesional dan menghindari konflik atau polemik dengan pihak lain.

Hingga saat ini, masih menjadi misteri niat dokter Antarestawati memposting foto selfie Khoiriatul di grup Whatsapp RSUD Kanjuruhan. Aparat kepolisian dalam hal ini Satreskrim Polres Malang tengah menyelidiki dan mengungkap motif dari perbuatan dokter umum itu.

Seorang dokter di Kabupaten Malang dilaporkan oleh Khoiriatul Masruroh (28). Pelaporan bermula dari gambar yang di-posting dokter tersebut di grup layanan aplikasi WhatsApp.

Laporan dilayangkan Khoiriatul ke Polres Malang. Baik pelapor dan dokter yang dilaporkan sama-sama bekerja di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kanjuruhan, Kepanjeng.

Khoiriatul menuding Ant dengan sengaja meng-upload foto selfie dirinya di grup Whatsapp karyawan. Dalam foto tersebut dirinya mengenakan kaos hitam bergambar klub sepak bola Paris Saint German. Ant kemudian membubuhkan tulisan 'Buka Lapak 150 ewu/jam'.

(fat/fat)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini