Berbusana 'Rombeng', para Model ini Tetap Cantik dan Anggun

Berbusana 'Rombeng', para Model ini Tetap Cantik dan Anggun

- detikNews
Sabtu, 14 Mar 2015 19:44 WIB
Berbusana Rombeng, para Model ini Tetap Cantik dan Anggun
foto: Putri Akmal
Banyuwangi - Event Banyuwangi Festival 2015 disemarakkan dengan pergelaran busana dari bahan daur ulang atau rombengan. Salah satu kegiatan untuk mendongkrak wisata bertajuk 'Green & Recycle Fashion' itu digelar di Pantai Boom, Banyuwangi, Sabtu (14/3/2015).

Ratusan model cilik hingga dewasa berlenggak-lenggok dengan mengenakan busana berbahan barang bekas yang dikemas cukup apik dan menarik. Ribuan pasang mata pun seolah tak berkedip menyaksikan para model yang memeriahkan event tersebut.

Meski dari bahan-bahan bekas, kostum yang dikenakan para model ini tak kalah keren. Ada motif yang berbentuk kupu-kupu, ada pula yang mirip putri kipas dengan sanggul menjulang.

Misalnya Chika Cladis Prisilia (5). Model cilik ini tampil cantik dengan mengenakan busana 'rombeng' yang memadukan koran bekas, bungkus kopi instan dan ikat pinggangnya dari tutup botol minuman kaleng.

"Untuk membuat ini kami butuh satu minggu, mulai mendesain hingga menganyam atasan gaunnya. Baju ini akan kami simpan untuk ikut fashion show serupa," kata Frinda, orangtua Chika.

Peragaan busana dari bahan daur ulang ini juga dilombakan. Syaratnya cukup ketat. Peserta diwajibkan menggunakan bahan kertas daur ulang sebanyak 70 persen dan sisanya boleh dikombinasikan dengan bahan lain.

Bagi peserta yang tak memenuhi syarat, para dewan juri dengan tegas akan mendiskualifikasi peserta. "Harus sesuai standart dan kriteria. Ada beberapa peserta yang kita lihat tidak penuhi syarat ya langsung kita coret," ujar salah satu tim juri, Ivant 'Gendon' Alfandi.

Tak hanya model yang mengenakan busana 'rombeng'. Namun lokasi acarapun disulap dengan didesain ala rombeng. Seperti meja undangan yang terbuat dari ban bekas, tenda juga menggunakan bambu yang ditutup paranet.

Hiasan tenda juga terbuat dari pernak-pernik gelas bekas minuman plastik. Kedepan acara ini diharapkan menggugah masyarakat agar lebih peduli dengan sampah terutama sampah nonorganik. Sebab, selain bermanfaat cara ini juga miliki nilai ekonomi jika
dikemas dengan bagus.

"Ini upaya mengirim pesan penting tentang bagaimana bahan yang tidak terpakai bisa digunakan kembali. Kita kemas dalam event fashion agar masyarakat khususnya anak muda lebih tertarik untuk berpartisipasi dan terlibat dalam kreasi daur ulang," pungkas Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas disela-sela acara.


(gik/gik)
Berita Terkait