Saat itu korban baru pulang membeli bensin. Setibanya, di jalan lingkar utara Mayangan, bertemu dengan sekelompok pemuda yang nyaris bertabrakan. Pertengkaran tak dapat dihindarkan. Karena pemuda dan kelompoknya membawa celurit, pulanglah si Ilham mengambil golok dengan mengajak teman-temannya.
Melihat Ilham membawa golok didampingi teman-temannya, si pemuda tersebut lari menuju Polsek Mayangan. Di depan polisi, pemuda tersebut mengaku akan dibegal korban.
Polisi pun langsung menuju ke lokasi dan melihat Ilham bersama teman-temannya membawa golok. Karena kedatangan polisi, Ilham cs melarikan diri. Polisi pun memberikan tembakan peringatan.
"Saya langsung lari ke arah pelabuhan karena takut. Polisi tetap mengejar dan memberi tembakan peringatan. Tiba-tiba saya tertembak di pinggang hingga tembus," jelas Ilham kepada wartawan di RSU dr Mohamad Saleh.
Kapolsek Mayangan Kompol Kasman, mengaku melihat Ilham membawa teman dan senjata tajam, saat mendapat laporan seorang pemuda yang mengaku akan dibegal.
"Polisi melihat ada seorang pemuda lari menuju ke polsek dan mengatakan akan dibegal. Oleh petugas piket, akhirnya lokasi didatangi dan benar ada Ilham dan teman-temannya membawa senjata tajam. Lalu dikejar dan lari. Polisi memberi tembakan peringatan tapi mereka kabur ke arah pelabuhan dengan mengacungkan senjata tajam. Dan akhirnya ditembak," Kompol Kasman.
Sementara keluarga Ilham mengaku tidak terima dengan peristiwa itu dan melaporkan kejadian ini ke Polresta Probolinggo dan Polda Jatim.
"Keluarga kami tidak terima dan melaporkan kejadian ini ke Polres Probolinggo dan Polda Jatim," jelas Ilham yang diamini keluarganya.
(fat/fat)











































