Video tersebut berjudul "Kekerasan anak smk 1 jetis" diunggah sebulan yang lalu melalui akun bernama beny christ. Dalam video berdurasi 1 menit 25 detik itu terlihat dua orang siswa sedang bergumul di dalam kelas.
Rekaman video yang telah dilihat 43 kali itu tergolong sadis. Siswa yang memakai celana seragam sekolah warna krem dan kemeja berwarna biru, memukuli seorang siswa yang memakai seragam lengkap warna krem.
Pelaku memukul wajah korban sembari melontarkan nada ancaman. Korban yang merintih kesakitan bersimpuh di lantai ruang kelas, ditendang oleh pelaku di bagian dadanya. Bahkan pelaku menyeret korban ke arah meja belajar dan membenturkan kepala korban ke sudut meja. Adegan kekerasan itu berakhir saat pelaku menyeret korban keluar dari ruang kelas.
Diduga adegan kekerasan itu direkam secara sembunyi-sembunyi oleh siswa lainnya dengan kamera handphone. Hal itu terlihat dari rekaman video yang terbalik. Pada akhir rekaman terlihat siswa lainnya sedang duduk di depan kelas dan terlihat logo SMKN 1 Jetis di bahu kirinya.
Wakil Kepala Sekolah SMKN 1 Jetis Bidang Sarana dan Prasarana Sekolah Samsul Hadi membenarkan pelaku dan korban kekerasan dalam rekaman video tersebut adalah anak didiknya.
Guru mata pelajaran otomotif ini juga mengakui aksi kekerasan itu terjadi di salah satu ruang belajar sekolahnya sekitar 4 bulan yang lalu. Namun, pria asal Desa Losari, Kecamatan Gedeg itu enggan menyebutkan identitas pelaku dan korban dalam video kekerasan tersebut.
"Kami mengakui benar itu (video kekerasan) terjadi di sekolah kami, memang benar itu siswa kami. Untuk lebih jelasnya bisa klarifikasi lain hari ke wakasek kesiswaan sesuai bidangnya," kata Samsul kepada wartawan ditemui di kantornya, Jumat (13/2/2015).
Sementara Kepala Sekolah SMKN 1 Jetis dan wakasek kesiswaan tidak ada di sekolah saat wartawan berusaha mengklarifikasinya. "Kebetulan wakasek kesiswaan sedang keluar, pak kepala sekolah pamitnya ke kantor Dinas Pendidikan," pungkas Samsul.
(bdh/bdh)











































