"Semua (daerah) kita waspadai," kata Kapolda Jatim Irjen Pol Anas Yusuf, Jumat (13/3/2015).
Mantan Wakabareskrim ini mengatakan, berapa warga atau kelompok yang tertarik menjadi anggota atau jaringan ISIS di Surabaya atau daerah lainnya di Jatim, Anas mengaku belum ada.
"Nggak ada. Kita tetap antisipasi, supaya masyarakat kita tidak terpengaruh dengan gerakan-gerakan ISIS," terangnya.
Ia menambahkan, pihaknya akan memaksimalkan kinerja Trisula (Babinkamtibmas, Babinsa, Kepala Desa/Lurah) yang dicanangkan Gubernur Jawa Timur Soekarwo.
"Kita terus memaksimalkan kinerja Trisula yang dicanangkan pak Gubernur. Itu supaya apapun yang terjadi di desa itu sudah sedini mungkin kita ketahui," jelasnya.
Terkait keberadaan 7 warga Surabaya yang hilang bersama 9 warga Surakata dan Bali. Serta 16 orang yang diamankan pihak yang berwewenang di Turki, Anas mengatakan, pihaknya masih menunggu hasil koordinasi interpol Indonesia hingga Kementerian Luar Negeri.
"Kita masih belum pastikan, karena yang punya otoritas adalah pemerintah, dalam hal ini perwakilan kita dari Kementerian Luar Negeri yang ada di sana," ujarnya.
"Hari ini juga sedang rapat (di Kemenlu). Tadi kami sempat komunikasi dengan teman-teman Interpol Indonesia. Hasilnya saya belum tahu," tandasnya.
(roi/bdh)











































