Gunung Raung Kembali Keluarkan Suara Gemuruh

Gunung Raung Kembali Keluarkan Suara Gemuruh

- detikNews
Selasa, 10 Mar 2015 12:40 WIB
Gunung Raung Kembali Keluarkan Suara Gemuruh
petugas pengamat menunjukan aktivitas Gunung Raung/Ardian F
Banyuwangi - Masyarakat Banyuwangi beberapa hari terakhir cemas mendengarkan suara gemuruh dari Gunung Raung. Gemuruh itu didengar warga di 4 kecamatan yang berdekatan dengan gunung yang berbatasan langsung dengan Jember dan Bondowoso ini.

"Mulai kemarin sampai saat ini suaranya keras. Suaranya muncul mulai 2 sampai 5 menit," ujar Sugiono, warga Desa Songgon kepada detikcom, Selasa (10/3/2015).

‎Suara gemuruh ini, tambah Sugiono, hampir sama pada bulan Februari lalu. Terdengar kadang keras, kadang juga pelan. Bahkan sempat juga ada abu yang terbang di sekitar rumahnya.

"Kadang pelan, kadang keras suaranya. Beberapa hari saya lihat di atas genteng ada abu," pungkasnya.

Hal yang sama juga di ungkapkan oleh Damiri, warga Kecamatan Licin. Suara gemuruh seperti petir terdengar di Desa Pakel Kecamatan Licin. Sebelumnya, dirinya mengira lantaran musim hujan banyak petir.

"Kalau petir pasti ada kilat juga. Tapi ini tidak. Saya yakin itu suara gunung Raung meletus," tegasnya.

Sementara itu, ‎pengamatan Pos Pantau Pengamatan Gunung Api (PPGA) Raung yang berada di Desa Sumberarum, Kecamatan Songgon memang ada kenaikan aktivitas gunung yang tingginya 3.332 mdpl ini.

Bahkan tanggal 9 Maret kemarin, terlihat asap putih dengan ketinggian 100 meter dari puncak Raung.

"Ada suara gemuruh sedang sampai keras. Dan juga terjadi gempa tremor sebanyak 143 kali dengan amplitudo 3-32. Lama gempa antara 69 sampai 1.147 detik," ujar Mukijo, petugas ‎PPGA Raung kepada detikcom.

Untuk saat ini, status gunung Raung masih waspada. Dan gemuruh sudah terjadi sejak bulan Desember lalu. Namun tidak setiap hari.

"Gemuruh setiap hari terjadi bulan Februari lalu. Kemudian asap mulai putih dan kelabu juga muncul," tandasnya.

Sesuai dengan surat pemberitahuan peningkatan status Gunung Raung menjadi waspada dari PVMBG, ‎aktivitas pendakian di gunung tersebut ditutup. Warga dilarang melakukan aktivitas dalam radius 2 km dari kawah.

(bdh/bdh)
Berita Terkait