Telaga Air Asin Bekas Pembuangan Limbah Ini Jadi Lokasi Wisata

Telaga Air Asin Bekas Pembuangan Limbah Ini Jadi Lokasi Wisata

- detikNews
Minggu, 08 Mar 2015 12:46 WIB
Telaga Air Asin Bekas Pembuangan Limbah Ini Jadi Lokasi Wisata
Foto: Dion Fajar
Tuban - Sejak sebulan terakhir, masyarakat Kabupaten Tuban memiliki lokasi tujuan wisata baru, berupa telaga air asin. Lokasi wisata baru ini berada di belakang kilang minyak PT Trans Pacific Petrochemical Indotama (TPPI) Desa Remen, Kecamatan Jenu.

Meski sudah lama terbentuk secara alami, telaga air asin itu baru dikenal luas, karena tersembunyi di balik pagar kawasan industri. Namun kini hampir setiap hari, ratusan orang berkunjung hanya untuk menikmati pesona alam sekitar sambil berfoto narsis.

"Kalau saya kesini mas, untuk foto, habis itu diupload di Facebook atau Instagram," ujar salah seorang pengunjung asal Tuban, Dita (20), kepada detikcom, Minggu (8/3/2015).

Saat detikcom berkunjung, akses jalan menuju lokasi cukup bagus. Baik tanda arah jalan dan kondisi aspal terbilang sangat memadai. Sementara untuk memasuki lokasi wisata, pengunjung hanya dikenakan biaya parkir Rp 2.000 per kendaraan.

"Hanya ditarik parkir Rp 2.000 per sepeda (motor). Orangnya tidak kena biaya masuk alias gratis," kata pengunjung lain, Aly Duchroini (29), sambil menunjukan karcis parkir yang diterimanya dari petugas.

Namun lokasi wisata baru itu ternyata berada di dalam pagar kawasan industri milik TPPI. Bahkan gerbang masuk lokasi wisata selebar 4 meter diketahui merupakan pagar pembatas area lahan industri yang dicopot sebagian.

"Kalau dulu warga gak boleh masuk, tapi setelah didemo kemudian diperbolehkan," ungkap Petugas Parkir, Lasiran (50), sambil menunjukan lubang pagar pembatas yang menjadi akses masuk ke lokasi wisata.

Pemandangan alam sekitar memang cukup indah. Sebuah danau air asin terhampar elok dengan hiasan pohon-pohon cemara di sekitarnya. Sementara serpihan batu karang menggunung di sekeliling tepian telaga, hingga menyerupai pasir berwarna putih.

"Terkenalnya Pantai Pasir Putih. Yang beri nama Pantai Pasir Putih bukan orang daerah sini, malah orang-orang jauh. Mungkin karena lokasinya di pantai," tandas Lasiran.

Sementara itu warga Desa Remen, Pak Ndek (60), kepada detikcom menceritakan bahwa kawasan yang menjadi lokasi wisata itu dulunya sebelum tahun 1998 hanya pantai karang. Lokasinya yang berada dalam kawasan industri kilang minyak TPPI, kemudian dijadikan tempat pembuangan limbah.

"Itu bekas jalan pembuangan limbah TPPI. Serpihan-serpihan batu karang ini terbawa arus bertahun-tahun lamanya, menumpuk disini, jadinya kayak gini, terbentuk kolam disisi dalam," jelasnya.

"Dulu TPPI membuat pelabuhan dan mendalamkan laut dengan meledakkan batu karang. Serpihan karang itu kemudian yang terbawa arus kesini," lanjutnya.

Potensi wisata alam telaga air asin ini sangat menjanjikan. Sejak resmi dibuka untuk umum, pengunjung terus berdatangan. Dalam sehari sedikitnya 600 orang datang menikmati pesona alamnya sambil berfoto narsis.

"Pendapatan dari parkir rata-rata sehari mencapai Rp 1 juta. Itu dibagi 60-40, 60 persen masuk kas desa, 40 persen untuk pengelola," ungkap Perangkat Desa Remen, Dwi Agus Kuncoro.

(bdh/bdh)
Berita Terkait