Motif Paman Bunuh Bocah SD Tergiur Uang Palsu

Motif Paman Bunuh Bocah SD Tergiur Uang Palsu

- detikNews
Jumat, 06 Mar 2015 15:36 WIB
Motif Paman Bunuh Bocah SD Tergiur Uang Palsu
File: detikcom
Tuban - Paman yang bunuh bocah SD yang tak lain keponakan, di Desa Leran Kulon, Kecamatan Palang, Kabupaten Tuban, kepergok mencuri gara-gara tergiur uang kertas palsu yang dipigora rapi sebagai hiasan dinding rumah keluarga korban.

Tersangka sempat menyangka uang palsu tersebut sebagai uang asli, sehingga berusaha mengambilnya dengan cara menghancurkan pigora yang membingkainya. Namun naas, aksinya kepergok korban yang baru pulang dari sekolah.

Berdasarkan pantauan detikcom saat rekonstruksi, Jumat (6/3/2015), tersangka yang seharusnya bisa kabur usai mengambil 2 ekor ayam jago, malah masuk ke rumah induk keluarga korban untuk mencari barang berharga lain.

Namun tak ada barang berharga yang bisa dicuri. Kemudian tersangka melihat uang kertas yang dibingkai rapi dalam pigora. Seperti diperagakan dalam adegan ke-19, tersangka berusaha membuka pigora untuk mengambil uang palsu tersebut.

"Itu uang palsu, tapi dikira tersangka uang asli makanya mau diambil," ujar Kasat Reskrim Polres Tuban, AKP Suharyono, usai menggelar rekonstruksi di rumah warga Desa Sugihwaras, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban.

"Uang kertas dan logam, katanya uang mahar pernikahan. Kalau nominalnya saya lupa mas," jawabnya saat ditanya jumlah uang palsu yang terbingkai dalam pigora.

Selanjutnya pada adegan ke-20, korban pulang dari sekolah memergoki tersangka sedang memecahkan pigora. Sempat terjadi dialog sebentar, lalu tersangka memilih kabur lewat pintu depan.

"Korban berteriak-teriak minta tolong sambil berusaha keluar lewat lubang di pintu samping. Tersangka mungkin panik, kemudian memukul kayu balok sebanyak 3 kali," jelasnya.

Setelah itu tersangka kabur mengendarai sepeda motor membawa hasil curian 2 ekor ayam jago. Ayam-ayam tersebut kemudian dijual masing-masing seharga Rp 170 ribu. "Satu ekor laku Rp 100 ribu, satu lagi laku Rp 70.000," pungkas Suharyono.

Muhammad Subekan (8), siswa kelas 2 SD dibunuh pencuri yang menyatroni rumahnya, Rabu (24/2) siang. Saat itu korban yang baru pulang dari sekolah sendirian di rumah, karena orang tuanya bekerja. Pelaku nekad menghabisi nyawa korban, karena memergoki aksinya mencuri.

Kurang dari 30 jam, Satreskrim Polres Tuban berhasil menangkap pelaku yang ternyata adalah Muhammad Zaeni (32), paman korban sendiri. Laki-laki pengagguran itu merupakan adik ipar ayah korban atau suami dari bibi korban.


(fat/fat)
Berita Terkait