Vice Senior Marketing PT Pertamina Suhartoko mengatakan, bahwa selama ini, PT Pertamina hanya terfokus pada pengelolaan di sektor hulu, kini perlahan hilir sudah mulai digarap serius untuk meningkatkan keuntungan perusahaan.
"Januari 2015 ini, merupakan titik nadi bagi Pertamina untuk mendapatkan provit. Karena dalam sejarah, Pertamina tidak pernah membukukan kerugian, serupiah pun tidak. Tetapi bulan ini kerugian mencapai US$ 35 juta," kata Suhartoko di Terminal BBM Malang Jalan Halmahera, Jumat (6/3/2015).
Pihaknya tengah menggerakkan kontribusi PT Pertamina dari sektor hilir, kendati di sektor tersebut juga mengalami kerugian.
"Febuari masih dalam posisi rugi, harapannya bulan 2 jangan meningkat lagi. Warning atau lampu merah buat kita," ungkapnya panjang lebar.
Ditambahkan, Dirut sudah mencanangkan lima pilar untuk mendongkrak keuntungan perusahaan, salah satunya penguasaan sumur-sumur yanga sudah masa habis kontak, karena selama ini hulu menjadi tulang punggung dari PT Pertamina.
"Kita sudah digemborkan tidak memiliki teknologi dan kesiapan. Tapi beberapa waktu sudah kami buktikan dan itu mencatat sejarah hanya Pertamina yang bisa," tegasnya.
Pilar selanjutnya adalah efesiensi mulai dari pengadaan barang, kilang, marketing, dan peningkatan kapasitas kilang untuk kedaulatan energi.
"Disusul nanti peningktakan infrastruktur ritel. Ini upaya Pertamina meningkatkan pengelolaan di sektor hilir," sambungnya. Ditambahkan, sebuah program marketing juga diterapkan untuk meningkatkan pengelolaan di sektor hilir.
Pihaknya mengapresiasi Pertamina Patra Niaga telah menerapkan Fleet Management System yang terintegrasi, yang diharapkan mampu menyukseskan pengelolaan sektor hilir.
"Ini program bagus, dan harusnya nanti diterapkan di seluruh Indonesia," tegasnya.
(bdh/bdh)










































