"Saya berharap seluruh kepala sekolah SD baik negeri, swasta ataupun Madrasah Ibtidaiyah (MI) tidak usah memaksakan cara-cara yang tidak benar hanya karena ingin dianggap berprestasi, hanya karena ingin nilai bagus lalu melakukan hal-hal yang tidak diperkenankan," harapnya dalam sambutan rapat kerja kepala sekolah (Kasek) se-Kota Surabaya di Gedung Wanita Kalibokor, Senin (2/3/2015).
Walikota yang masa jabatannya akan berakhir September 2015 ini mengungkapkan segala cara yang dilakukan untuk nilai bagus sama saja dengan membohongi diri sendiri serta pihak sekolah tidak perlu malu jika anak didiknya hanya berprestasi biasa biasa saja.
"Buat apa jika mendapat nilai bagus tapi kemudian berurusan dengan hukum. Kalau sampai terjadi yang malu saya dan pak Ikhsan (Kepala Dinas Pendidikan Surabaya)," tegas dia sambil menambahkan dirinya tak ingin lagi ada kepala sekolah atau guru memerintahkan yang melanggar aturan.
Justru walikota perempuan pertama di Surabaya ini agar pihak sekolah, kepala sekolah, guru lebih senang jika para siswa mendapat pelajaran tambahan serta mengajarkan para siswa untuk bekerja keras jika ingin mendapatkan yang bagus.
Risma juga mengingatkan kepada pihak sekolah agar memahami juga kondisi dan keterbatasan siswa yang berbeda-beda. "Ada anak yang intelektualnya bagus, ada juga yang kurang. Itu yang harus dipahami, gali potensi dan dorong mereka agar lebih bekerja keras jika ingin mendapatkan yang bagus demi masa depan mereka," tegas alumus ITS arsitektur ini.
(ze/fat)











































