Bahkan banjir juga merendam SDN Gambiran I dan II. Hingga pukul 10.15 WIB, air masih merendam dua sekolah tersebut. Kegiatan belajar mengajar di sekolah diliburkan. Ketinggian air mencapai 70 cm dan merendam 8 ruangan.
Kapolres Jombang AKBP Ahmad Yusep Gunawan mengatakan, banjir akibat luapan Sungai Catak Banteng merendam Mapolsek Mojoagung sejak Kamis (19/2) malam. Sampai saat ini, air masih merendam markas kepolisian ini.
Ketinggian air di dalam mapolsek mencapai sekitar 70 cm atau sepaha orang dewasa. Fasilitas milik polsek pun tidak bisa digunakan. Beruntung, tidak ada tahanan yang ditempatkan di Mapolsek Mojoagung. Karena sejak awal tahanan telah dititipkan di Mapolres Jombang.
"Pelayanan kepolisian di mapolsek lumpuh total. Namun kita relokasi," kata Yusep kepada detikcom saat mengatur arus lalu lintas di simpang 4 Gambiran, Jumat (20/2/2015).
Yusep menuturkan, saat ini pelayan kepolisian direlokasi ke pos TAC yang terletak di ruang terbuka hijau (RTH) Mojoagung. Di belakang pos ini juga dimanfaatkan sebagai posko pengungsian warga yang rumahnya terendam banjir.
"Untuk pelayanan kepolisian sementara kita buat tenda darurat di pos TAC Mojoagung. Jadi pelayanan kepolisian tetap berjalan," tandasnya.
Selain merendam mapolsek, banjir yang terjadi sejak Kamis malam ini juga menggenangi Jalan Raya Mojoagung dan sejumlah fasilitas umum lainnya di sepanjang jalan ini. Sekitar 300 meter jalur utama yang menghubungkan Surabaya-Jombang ini tergenang air. Akibatnya, arus lalu lintas dari arah Surabaya dan Jombang padat merayap.
Untuk mengurai kemacetan, lanjut Yusep, pihaknya menerjunkan ratusan personel. "Selain itu kita lakukan pengalihan arus dari arah timur (Surabaya) kita alihkan ke Mojowarno, dari arah barat (Jombang) masuk ke Sambong menuju Sumobito," ungkapnya.
Banjir kali ini juga merendam beberapa fasilitas umum lainnya. Antara lain Taman Kanak-kanak (TK) Kemala Bhayangkari Mojoagung, SDN Gambiran I dan II, Bank BNI Mojoagung, Kantor Pos Mojoagung, dan Bank BRI Kantor Cabang Pembantu (KCP) Mojoagung. Akibatnya, pelayan di fasilitas umum ini terganggu.
Curah hujan yang tinggi membuat 3 sungai yang mengalir di 3 kecamatan di Kabupaten Jombang meluap. Dampaknya, ratusan rumah di Kecamatan Mojoagung dan Mojowarno terendam banjir. BPBD Kabupaten Jombang mencatat, lebih dari 1.000 warga dari 8 desa di Kecamatan Mojoagung mengungsi.
(fat/fat)











































