Puluhan Wartawan Pelatihan Manajemen Ritel

Puluhan Wartawan Pelatihan Manajemen Ritel

- detikNews
Senin, 16 Feb 2015 11:55 WIB
Surabaya - Memperingati HUT PWI ke-69, puluhan wartawan cetak dan elektronik mengikuti pelatihan manajemen ritel bekerja sama dengan PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (Pengelola jaringan minimarket Alfamart, Alfamidi, Lawson), di Rumah Albi Jalan Ahmad Yani Surabaya.

Deputy Branch Manager Alfamart Cabang Sidoarjo, Sugiharto mengatakan, pelatihan yang melibatkan wartawan ini digelar secara rutin setiap satu tahun sekali.

"Tujuannya, untuk memberi pemahaman yang seragam terhadap insan pers terkait seluk beluk manajemen ritel," kata Sugiharto, Senin (16/2/2015).

Ritel tradisional dan ritel modern sudah saatnya tumbuh berdampingan. "Bentuk sinergi yang dilakukan Alfamart agar kedua lini bisnis tersebut bisa tumbuh berdampingan ada dua hal," imbuhnya.

Pertama, memberi pelatihan manajemen ritel terhadap pedagang ritel tradisional. Kedua, membantu renovasi warung melalui program Outlet Binaan Alfamart (OBA).

Hal ini sejalan dengan visi perusahaan, menjadi perusahaan ritel terkemuka yang berorientasi pada pedagang kecil. "Pedagang ritel tradisional perlu dibekali dengan ilmu manajemen ritel modern agar lebih memiliki daya saing," ujarnya.

Misalnya, manajemen pengaturan (display) barang, pengaturan stock barang, manajemen keuangan (cash flow), mengamati tren pasar terkait produk yang sedang diminati.

"Lazimnya pedagang tradisional menerapkan manajemen yang seadanya. Terutama soal cash flow yang cenderung kurang cermat. Padahal ini paling penting, sebab pengelolaan keuangan yang sehat adalah kunci bagaimana ritel tersebut bisa berkembang dengan sehat," jelasnya.

Member Relation Manager Alfamart Cabang Sidoarjo, Budi Sudarmono menambahkan, di cabang Sidoarjo saat ini telah ada 10 outlet binaan. "Tahun ini akan menambah lima outlet lagi yang akan kami bina," katanya.

Cabang Sidoarjo membawahi wilayah Surabaya, Sidoarjo, Gresik, Lamongan, Tuban, Bojonegoro, dan Madura. "Melalui OBA, kami ingin menyulap toko kelontong menjadi semacam minimarket, baik dari sisi tampilan maupun display barang agar pembeli menjadi lebih nyaman ketika berbelanja," pungkasnya.

(fat/fat)
Berita Terkait