Pemkot Dukung MUI Batu Larang Pelajar Rayakan Valentine

Pemkot Dukung MUI Batu Larang Pelajar Rayakan Valentine

- detikNews
Jumat, 13 Feb 2015 17:20 WIB
Pemkot Dukung MUI Batu Larang Pelajar Rayakan Valentine
Foto: Muhammad Aminudin
Batu - Langkah MUI Kota Batu melarang pelajar merayakan Hari Valentine mendapat persetujuan Pemkot Batu. Walikota Batu Eddy Rumpoko menilai langkah positif MUI harus diberikan dukungan semua pihak untuk menyukseskannya.

"Jelas kami dukung, dan semoga bisa terwujud maksimal," ujar Eddy kepada detikcom, Jumat (13/2/2015).

Eddy menuturkan, valentine merupakan produk luar negeri, tidak semata-mata harus diikuti generasi muda Indonesia. Khususnya menyangkut perayaannya yang berujung pada perbuatan tidak semestinya dilakukan.

Akan tetapi, lanjut dia, jika diambil dari filosofi valentine yang membangkitkan rasa kasih sayang kepada sesama sangat perlu dilakukan.

"Valentine kan sebuah momen untuk memberikan rasa kasih sayang seseorang kepada orang tua, keluarga, teman dan orang lain. Itu bagus dan memang harus dilakukan untuk membangun persaudaraan semakin erat," sambung dia.

Eddy sangat menyetujui alasan MUI melayangkan pelarangan, karena untuk meminimalisir dampak negatif merayakan Hari Valentine. Menurutnya, banyak cara-cara positif jika memang hari kasih sayang itu tetap ingin dilakukan.

Apalagi imbauan itu memiliki keinginan besar menyelamatkan masa depan generasi muda Indonesia. "Dengan cara itu menunjukkan rasa kasih sayang kepada sesama," tuturnya.

Meski demikian, ER sapaan akrab Eddy Rumpoko mengungkapkan, merayakan atau tidak Hari Valentine kembali kepada pribadi masing-masing. "Ini soal personal masing-masing, apakah ingin merayakan atau tidak. Karena valentine sendiri bukan merupakan produk budaya kita, jika menimbang sisi negatifnya cukup besar, maka lebih baik menghindarinya," papar ER.

Senada juga disampaikan Ketua DPRD Kota Batu Cahyo Edi Purnomo, bahwa terkait perayaan valentine kembali kepada masyarakat itu sendiri.

Apakah mereka membutuhkan untuk merayakannya atau tidak. "Bagi kami (DPRD,red), kembali kepada masing-masing. Kan sudah jelas di dalam Islam, jika bukan muhrim akan berdosa untuk menjalin sebuah hubungan," jelasnya terpisah.

Menurut dia, yang terpenting adalah bagaimana generasi muda bisa sadar agar memagari perilaku keseharian mereka dengan norma-norma yang sudah berlaku.

"Dengan begitu, akan bisa menjaga bagaimana mereka bergaul dan tidak terjerumus pada kehidupan yang bakal merugikan mereka," tandas politisi dari PDIP ini.

Gerakan menolak perayaan Hari Valentine dilakukan pelajar di Kota Batu. Ratusan siswa SMP dan SMA Al-Izzah Kota Batu menggelar aksi tolak perayaan Valentine's Day, aksi digelar di Alun-Alun Batu, Jumat siang.

Pelajar membawa spanduk bertuliskan 'We Are Muslim, No Valentine Day'. Melalui pengeras suara, mereka menyuarakan orang muslim haram merayakan dan menyebarkan berbagai tulisan akan larangan valentine.

Koordinator Lapangan, Abdillah, menegaskan, valentine merupakan budaya barat. Sebagai umat Islam tidak sewajarnya meniru dan mengikuti kegiatan orang non muslim.

Pihaknya menitik beratkan pada pelajar dan pemuda agar tidak tergiur dengan promosi-promosi kegiatan valentine, baik di mall, cafe maupun hotel. "Valentine dapat merusak dan menenggelamkan budaya daerah, makanya dari dini disuarakan," katanya.

Ditambahkan, dia berharap semua sekolah melakukan hal sama atau melarang siswanya merayakan valentine. "Kami juga mendesak Dinas Pendidikan agar menyebarkan imbauan ke tiap-tiap sekolah," tutupnya.


(fat/fat)
Berita Terkait