Bahruddin mengatakan, sekitar pukul 01.00 Wib, dirinya melintas di lokasi kejadian karena hendak pulang ke Desa Domas, Kecamatan Trowulan. Tanpa diduga, dari arah berlawanan mucul pembalap liar melaju dengan kecepatan tinggi.
Lampu motor pembalap tersebut tidak menyala, sehingga membuat Bahruddin terkejut dan panik. Menghindari tabrakan, dia pun membanting stir mobil bernopol L 1308 SK miliknya itu ke kanan. Sialnya, mobil yang ditumpangi bersama 4 rekannya justru menabrak kios bensin milik Suliyah.
"Saya kaget karena ada balapan liar melaju sangat kencang, saya banting stir ternyata malah menabrak kios bensin ini," kata Bahruddin di lokasi, Jumat (13/2/2015) dini hari.
Akibat tabrakan itu, mobil Bahruddin terbakar. Bahkan, teras rumah Suliyah yang dipakai usaha bengkel sepeda motor ikut dilalap si jago merah. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu. Bahruddin dan teman-temannya berhasil keluar sebelum mobil meledak.
"Untungnya tadi saya enggak nyalain AC (Air Conditioner), sehingga ledakannya tidak langsung menjalar ke dalam mobil dan masih ada jeda waktu untuk kabur," ungkap Bahruddin.
Proses pemadaman api terpaksa dengan cara menghentikan mobil tanki air isi ulang yang melintas. Warga khawatir jika terlalu lama menunggu petugas pemadam kebakaran datang, api akan semakin membesar karena di dalam bengkel tersebut terdapat sebuah kompresor yang bisa menimbulkan ledakan.
Api baru bisa dipadamkan 2 jam kemudian. Polisi juga langsung melakukan olah TKP dan memintai keterangan sejumlah saksi. Menurut keterangan sejumlah warga, di jalan raya Tambak Agung sering dijadikan ajang balap liar oleh sejumlah pemuda. Tidak jarang polisi merazianya, namun para pembalap liar masih saja membandel.
(fat/fat)











































