Tidak hanya Dinas Kesehatan saja yang melakukan hal tersebut, namun seluruh desa dan kelurahan diimbau menggelar kegiatan serupa.
Di Kelurahan Mandar, Kecamatan Kota Banyuwangi misalnya, imbauan kepada masyarakat untuk memberantas sarang nyamuk dilakukan dengan cara yang unik. Sebanyak 7 orang berpakaian adat Banyuwangi dan Madura, berkeliling kampung membawa gong dan pengeras suara.
Mereka mengajak masyarakat untuk membersihkan lingkungan sekitar, khususnya kamar mandi, saluran-saluran air dan pot tanaman air yang menggunakan medium air sebagai tempat hidup nyamuk Aedes Aegypti.
Tidak hanya menyosialisasikan kebersihan lingkungan dan rumah, mereka juga membawa poster dan menyebarkan selebaran bahaya penyakit demam berdarah dan pencegahannya.
"Ini cara unik kami melakukan pemberantasan demam berdarah. Karena kebanyakan di sini warga madura, maka mereka menggunakan pakaian khas sakera dan pakaian khas using Banyuwangi," ujar Bambang Purwanto, Lurah Mandar Banyuwangi, kepada detikcom Selasa (3/2/2015).
Menurut Bambang, cara ini lebih efektif dibandingkan dengan mengumpulkan warga dan sosialisasi dengan pengeras suara tempat ibadah. Kegiatan sosialisasi unik ini, dilakukan selama 3 hari, berkeliling kampung masuk gang-gang sempit di wilayahnnya.
"Ini pendekatan unik yang dilakukan kami terhadap masayarakat. Perlu cara inovatif untuk mengingatkan warga. Kami ingin masyarakat sadar membersihkan lingkungan dan rumahnya agar tidak terserang penyakit demam berdarah," tambahnya.
Kegiatan ini, kata Bambang, juga mendukung kegiatan festival toilet bersih yang digelar pemkab Banyuwangi. Kegiatan ini rupanya juga berguna untuk mencegah penyebaran nyamuk penyebab penyakit demam berdarah di Banyuwangi.
Jumlah penderita demam berdarah dengue (DBD) di Banyuwangi terus meningkat. Terhitung sejak Januari 2015 hingga saat ini, jumlah penderita mencapai 181 orang.
Dalam waktu kurang dari seminggu, penderita DBD bertambah 85 orang. Temuan kasus demam berdarah tersebut cukup tinggi jika dibandingkan temuan pada periode yang sama pada tahun 2014 lalu yang hanya mencapai 22 kasus, dengan temuan sebanyak Banyuwangi dinyatakan sebagai kejadian luar biasa (KLB) demam berdarah.
(iwd/iwd)











































