"Saksi belum bertambah. Sekarang kami mendalami sketsa wajah pelaku," kata Kapolres Bangkalan AKBP Soelistijono saat dihubungi detikcom, Senin (2/2/2015).
Soelistijono menerangkan, korban Mathur Husyairi saat ini masih menjalani perawatan di RSU dr Soetomo Surabaya. Meski sudah didatangi penyidik hingga 3 kali, Sekjen Madura Corruption Watch (MWC) ini masih belum bisa di-BAP (berita acara pemeriksaan).
"Cuma diajak ngobrol, belum bisa di-BAP, karena korban habis dioperasi lagi (pembersihan di ususnya yang luka akibat terkena proyektil pelaku)," tuturnya.
Setelah dijenguk penyidik yang ketiga kalinya, Polres Bangkalan mendatangkan ahli sketsa wajah pelaku dari keterangan korban.
Pelaku yang tergambar dalam skesta wajah hanya satu orang. Sedangkan pelaku lainnya yang bertugas sebagai joki motor tak bisa dikenali.
"Satu saja yang disketsa, karena korban yang hafal wajah pelaklu yang turun dan menembaknya," tuturnya.
Dari hasil pendalaman sketsa wajah pelaku, polisi akan menindaklanjutinya dengan mencocokkan keterangan dari 10 saksi yang saat ini sudah dimintai keterangan.
"Belum ada penambahan saksi lagi. Nanti kalau ada kesamaan dengan sketsa akan kami kembangkan dengan saksi-saksi lainnya," tandasnya.
Seperti yang diberitakan sebelumnya, Mathur Husyairi (47) Direktur LSM Crisis Islam of Demokration (CIDe) Bangkalan ini ditembak orang tak dikenal usai pulang dari Surabaya dan akan membuka pintu pagar rumahnya di Jalan Teuku Umar Kota Bangkalan, Selasa (20/1/2015) sekitar pukul 02.00 wib.
Akibat tembakan tersebut, korban mengalami luka tembak di pinggang kanannya dan 1 proyektil 9 mm dari senjata api pistol rakitan itu tembus hingga mengenai usus Sekjen Madura Corruption Watch (MCW) itu.
(roi/iwd)











































