"Seluruh awak bus akan mogok hari ini dan mogok di pangkalan (Jagir). Kami menuntut upah layak dan komisi yang sekarang dipotong kembali menjadi 20 persen," kata koordinator aksi, Frans Antonius Sinsu saat dihubungi detikcom, Senin (2/2/2015).
Frans memastikan Bus Damri seluruh rute baik yang masuk Surabaya maupun rute Sidoarjo-Tanjung Perak serta Terminal Purabaya-Terminal Oso Wilangun tidak akan beroperasi dan berkumpul di pangkalan Jalan Jagir Wonokromo.
"Bayangkan untuk golongan IIC yang sudah kerja belasan tahun, hanya mendapat gaji 2 juta/bulan yang sudah termasuk tunjangan. Tidak hanya itu, komisi 20 persen dari pendapatan/hari tiap armada sekarang dipotong menjadi 10 persen. Minimal kan UMR seharusnya plus 20 persen," ungkapnya.
Dalam aksinya, para sopir ini menempel karton di kaca depan bus yang berisi tuntutan mendesak perusahaan memberikan gaji layak dan mengembalikan komisi 20 persen.
Ia juga meminta maaf kepada masyarakat Surabaya jika aktivitasnya terganggu akibat tidak adanya bus yang beroperasi.
"Kami mohon maaf kepada mayarakat hari ini kami tidak bisa melayani dan membuat aktivitas terganggu," ucap Frans.
(ze/gik)











































