Bupati Lumajang Meninggal Dunia, Keluarga Sampaikan Permohonan Maaf

- detikNews
Sabtu, 24 Jan 2015 10:12 WIB
Surabaya - Bupati Lumajang Sjahrazad Masdar meninggal dunia, Jumat (23/1/2015) pukul 22.40 wib di Graha Amerta RSU dr Soetomo Surabaya. Jenazah bupati Lumajang ini akan dimakamkan siang nanti.

Pada pukul 01.05 wib, Sabtu (24/1/2015), jenazah langsung dibawa ambulance RSU dr Soetomo ke Lumajang dan akan menuju ke kediamannya terlebih dahulu.

"Almarhum disemayamkan di kediaman. Setelah salat dzuhur akan dimakamkan," ujar Aulia Masdar, putra kandung Bupati Lumajang kepada wartawan di Graha Amerta Rumah Sakit Umum dr Soetomo Surabaya, Sabtu (24/1/2015).

Rencananya almarhum ayahnya akan dimakamkan di tempat pemakaman umum (TPU) Jogoyuda Kabupaten Lumajang pada Sabtu siang nanti.

Aulia menyampaikan permohonan maaf ke publik atas kesalahan yang disengaja maupun tidak almarhum selama menjalani hidupnya. Keluarga juga menyampaikan permohonan doanya agar almarhum diberi keselamatan di akhirat.

"Maafkan kesalahan ayah saya, baik yang disengaja atau tidak selama hidupnya. Sekali lagi, kami mohon doanya untuk kepergian ayah," tuturnya.

Sjahrazad Masdar putra dari pasangan H Masdar Damang dan Hj Siti Zubaidah lahir di Tanjung Redeb, Berau, Kalimantan Timur, 7 Maret 1950

Masdar yang juga Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Lumajang ini memiliki karir di birokrasi. Pernah menjabat Camat Tempeh Kabupaten Lumajang.

Kemudian dinas di Pemprov Jatim sebagai Kepala Bidang Teknis dan Fungsional di Badan Diklat Provins. Kepala Bagian Pemerintahan Desa Biro Pembangunan Desa Setdaprov Jatim. Kepala Badan Diklat.

Pada Pemilihan kepala daerah (Pilkada) Lumajang Tahun 2008, Masdar terpilih Bupati Lumajang.

Kemudian pada pilkada 2013, Masdar maju lagi dan terpilih untuk periode kedua berpasangan dengan wakilnya As'at Malik.

Belum genap 2 tahun sebagai Bupati Lumajang untuk periode kedua, Masdar wafat karena terserang penyakit kanker paru-paru pada pukul 22.40 wib Jumat malam di Graha Amerta RSU dr Soetomo.

Banyak mantan pejabat Pemprov Jatim menyampaikan bela sungkawa ke Graha Amerta. Seperti Komisaris Bank Jatim Chairul Djailani, yang pernah menjadi rekan almarhum saat sama-sama berdinas di Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Djailani mengaku kehilangan sosok Bupati Lumajang. Selama dia kenal, Masdar adalah sosok pejabat yang tegas dan konsisten dalam menjalankan tugasnya.

Almarhum juga bersikap adil dan bijaksana dalam menyikapi hal-hal yang ada di eksekutif maupun legislatif.

"Selama beliau bekerja menunjukkan dedikasi dan loyalitas yang tinggi. Jadi tidak ada alasan untu tidak hormat kepada beliau," tands mantan Asisten II Setdaprov Jatim ini.

(bdh/bdh)