Satwa liar itu adalah Rusa jenis Timor merupakan pemberian dari BKSDA Jatim I. Keberadaan puluhan rusa ini menjadi hiburan sendiri bagi keluarga penumpang AirAsia selama menunggu evakuasi korban.
"Keberadaan rusa di sini berdasarkan surat izin penangkaran satwa liar BKSDA tahun 2005," kata AKBP Totok Heri Susilo, Kepala Pelayanan Markas Polda Jatim, Kamis (22/1/2015).
Awalnya, kata Totok, pihaknya mendapat 4 pasang ekor Rusa Timor dan sekarang sudah berkembang biak menjadi 23 ekor. "Itu sejak zaman kapolda dijabat Irjen Pol Dai Bachtiar yang mengajukan untuk memelihara rusa ke BKSDA," ungkapnya.
Meski rusa yang mempunyai surat izin penangkaran satwa liar itu bernomor 05/IV-K.15/PPA.O/2005 itu sudah berkembang biak, Totok mengaku sangat bersyukur selama ini tidak ada laporan kerusakan kendaraan anggota dan tamu akibat keberadaan rusa.
"Alhamdulillah sampai saat ini tidak ada laporan kerusakan. Selain itu, rusanya juga lulut meski semua pintu dibuka, dia tidak keluar ke jalan raya," ungkap dia.
Rusa-rusa berkeliaran bebas ini tetap rutin menjalani pemeriksaan kesehatan dari BKSDA. Jika sebelum waktu pemeriksaan rutin ada tiba-tiba sakit, Polda Jatim memanggil dokter hewan Kebun Binatang Surabaya (KBS).
(ze/fat)











































