"Saya baru diberitahu usai salat salat subuh tadi ketika abah (panggilan untuk suaminya) sudah di rumah sakit dr Soetomo," ujar Mutmainah kepada detikcom di Gedung IRD lantai 3 RSU dr Soetomo Surabaya, Selasa (20/1/2015).
Ia menceritakan, sebelum kejadian tersebut memang tidak ada tanda-tanda suaminya akan mengalami teror apalagi hingga ditembak orang tak dikenal.
"Saya sempat menelpon untuk dijemput, tapi abah tidak bisa karena mau ada rapat lagi di Surabaya. Saya hanya berpesan agar hati-hati saja," ujarnya ibu 5 anak yang berprofesi sebagai pengajar di Universitas Trunojoyo Madura.
Hingga larut malam, Mathur masih belum pulang ke rumahnya. Mutmainah pun tetap setia menunggunya sambil mengoreksi lembar jawaban mahasiswanya.
Sekitar pukul 01.00 wib dinihari, Mutmainah tertidur dan tidak tahu suaminya menjadi korban penembakan orang tak dikenal di depan rumahnya.
"Kejadiannya saya tidak tahu, karena mungkin saya terlelap tidur setelah menunggu abah sampai jam 1 malam," katanya.
(bdh/bdh)











































