Ada 8 koleksi brankas tua yang ditempatkan di masing-masing pilar ruang tunggu gedung bangunan yang selesai dibangun 1928 itu. Ke-8 brankas itu ditemukan di beberapa perkantoran SKPD Kota Surabaya. Diantaranya, di bagian umum, di dinas perhubungan maupun di dinas pertanahan.
Siapa yang berburu dan mengumpulkan di ruang tunggu lantai 2 Balai Kota? Tak lain Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini dan Kabag Protokol dan Umum Wiwik Widiyati.
"Saya yang berburu sama ibu (Walikota Risma) di kantor kantor dinas," kata Wiwik kepada detikcom di ruang tunggu Walikota Surabaya, Senin (19/1/2015).
Ia menceritakan salah satu lemari brankas yang ditemukan di Dinas Perhubungan harus diangkat 15 orang untuk memindahkan ke ruang tunggu Walikota Surabaya.
"Kan sayang kalau tidak terawat, apalagi peninggalan Belanda dan semua sama ibu (walikota Risma) dikumpulkan dan di inventaris," ujarnya.
Selain brankas, di ruang tunggu walikota juga terdapat beberapa benda tua lain seperti jam lonceng dan mesin ketik kuno. "Kalau yang jam itu mesinnya sudah diganti," lanjut Wiwik.
Dari pantauan detikcom, beberapa brankas itu buatan Belanda dan Austria. Terlihat juga plat besi yang bertuliskan importir dengan ejaan kuno. Koleksi brankas kuno itu terlihat kokoh meski beberapa catnya sudah terkelupas dan terlihat berkarat. Ukuran dan tingginya juga bervariasi termasuk bentuknya.
Sementara Kabag Humas Pemkot Surabaya, Muhammad Fikser, keberadaan beberapa barang kuno sengaja ditaruh dan diinventaris Walikota Risma di ruang tunggu sebagai upaya melestarikan benda yang diduga bagian dari sejarah perjuangan.
"Ibu memang sengaja menempatkan di sini juga bertujuan agar tamu yang menunggu bisa melihat dan menikmati peninggalan benda benda bersejarah," katanya.
(ze/fat)










































