Cucu Ini Tega Bunuh Nenek Sendiri Demi Perhiasannya

Cucu Ini Tega Bunuh Nenek Sendiri Demi Perhiasannya

- detikNews
Rabu, 14 Jan 2015 17:48 WIB
Cucu Ini Tega Bunuh Nenek Sendiri Demi Perhiasannya
Surabaya - Seorang perempuan tua ditemukan tewas, Selasa (13/1/2015) kemarin, di exit tol Perak km 0.400 atau di dekat Depo Meratus. Ternyata perempuan paruh baya tersebut adalah korban pembunuhan.

Perempuan tua itu adalah Kalimah (77), warga Sedati Agung, Sidoarjo. Yang lebih mengejutkan lagi, Kalimah dibunuh oleh cucunya sendiri, Yoni Al Farisi (19), warga Perumahan Griya Asri Kalitengah, Tanggulangin, Sidoarjo.

"Pelakunya adalah cucu korban," kata Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak AKBP Arnapi kepada wartawan, Rabu (14/1/2015).

Arnapi menceritakan, peristiwa ini berawal pada Senin (12/1/2015), sore. Saat itu Faris mengajak neneknya jalan-jalan dan mengajaknya makan bakso. Kalimah kemudian diajak Faris mengambil mobil angkot. Faris memang bekerja sebagai sopir angkot.

Angkot yang di dalamnya hanya ada Faris dan Kalimah itu kemudian meluncur ke tol Waru. Sebelum masuk tol, Faris memberikan lima butir pil vitamin C ke Kalimah. Setelah menenggak pil itu, tubuh Kalimah menjadi lemas.

Sebelum exit tol Satelit, Faris menghentikan angkotnya. Kalimah yang sedang duduk lalu oleh Faris dipukul dadanya. Faris juga memukul pelipis mata kiri neneknya. Dan terakhir, Faris mencekik leher Kalimah hingga tewas.

Faris kemudian melajukan angkotnya ke exit Tol Perak. Dan disanalah Faris membuang tubuh neneknya pada malam hari. Tetapi cara Faris membuang tubuh Kalimah menimbulkan banyak tanda tanya. Posisi badan Kalimah terlihat sangat rapi. Sandalnya pun ditata sangat rapi sehingga membuat polisi curiga.

"Setelah melakukan pembunuhan, pelaku pulang ke rumahnya tanpa merasa bersalah," lanjut Arnapi.

Ternyata di rumah, ibu Faris sudah kalang kabut karena ibunya tak juga pulang ke rumah. Ibu Faris juga bertanya kepada Faris karena dialah yang terakhir bersama neneknya. Tetapi Faris beralasan bahwa neneknya pulang sendiri saat bersama dia.

"Kabar penemuan mayat tanpa identitas oleh anggota kami kemudian terdengar keluarga korban yang lalu mengecek jenazah ke kamar mayat. Dan ternyata benar, jenazah itu adalah Kalimah," jelas Arnapi.

Setelah dilakukan penyelidikan, kecurigaan mengarah ke cucunya sendiri yang melakukan pembunuhan. Dan benar juga, Faris tak bisa mengelak saat polisi mematahkan semua alibi Faris.

Ternyata Faris nekat melakukan itu semua hanya demi perhiasan dan uang neneknya saja. Setelah membunuh Kalimah, Faris segera melolosi dua cincin dan gelang emas serta mengambil uang Rp 90 ribu milik neneknya. Perhiasan itu ia jual ke penadahnya yakni Subiantoro (40) di Jalan Gajah Mada. Perhiasan itu laku Rp 1,8 juta. Subiantoro pun ikut kena cokok.

(iwd/iwd)
Berita Terkait