Kepada para penghuni yang sudah menempati rumah dinas tersebut selama puluhan tahun, pihak kodam memberi kompensasi Rp 80 juta.
"Kegiatan penertiban rumah dinas ini tidak hanya dilakukan di sini saja, tetapi di seluruh Indonesia," ujar Kepala Staf Kodam Brigjen TNI Kustanto Widiatmoko dalam sambutannya kepada warga di Jalan Johar, Selasa (12/1/2015).
Kustanto mengatakan, rumah dinas yang ditertibkan adalah rumah-rumah dinas yang bukan peruntukannya. Rumah dinas di Jalan Johar adalah salah rumah dinas yang sudah tidak ditempati oleh prajurit yang masih aktif, tetapi oleh keluarga turunannya. Padahal rumah dinas hanya diperuntukkan bagi prajurit yang masih aktif.
"Ada kebutuhan mendesak mengenai rumah dinas ini," lanjut Kustanto.
Kustanto menerangkan, Kodam V/Brawijaya mempunyai sekitar 33 ribu prajutit. Dan dari jumlah itu, hanya sekitar 15 ribu prajurit yang menempati rumah dinas.
"Masih ada sekitar 17-18 ribu prajurit yang belum punya rumah. Mereka masih ngekos dan ngontrak," kata Kustanto.
Sementara itu, perwakilan warga, Pandit Indrawan mengatakan bahwa para warga yang telah menempati rumah dinas di Jalan Johar mengucapkan terima kasih. Warga juga mengapresiasi biaya kerahiman Rp 80 juta yang diberikan oleh pihak Kodam.
"Kami minta maaf bila kemarin ada friksi dengan warga," ujar Pandit.
Meski rela telah menyerahkan rumah yang telah ditempatinya, salah satu warga, Yuni, tetap merasa berat meninggalkan rumah yang telah memberinya kenangan itu. Dia lahir di situ, besar dan tumbuh hingga usianya saat ini yang 57 tahun.
"Bapak memang pernah bilang kalau ini bukan rumah bapak. Dia pernah berpesan, kalau ada yang minta, berikan," ujar Yuni.
Yuni sambil menangis mengatakan, bapaknya dulu adalah seorang prajurit perang. Bapak Yuni yang bernama Supardi Maskun adalah seorang kapten yang terakhir berdinas di Kodim Lamongan.
Ada 22 rumah di Jalan Johar yang dieksekusi. Perinciannya adalah empat rumah di Jalan Johar I, 12 rumah di Jalan Johar II, dan 6 rumah di Jalan Johar III.
Kustanto sebenarnya menginginkan agar kawasan Johar dibangun sebuah rumah susun agar penggunaannya bisa maksimal sejalan dengan kapasitasnya.
"Kalau lahan seluas ini hanya ditempati begini saja, sayang. Kami akan laporkan ke pusat mengenai rencana rusun ini," tandas Kustanto.
(iwd/iwd)











































