KM Labobar inilah yang membawa keduanya ke Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya. Mereka pun menceritakan saat harus terjun ke laut dan menuju ke kapal asing dari Thailand tujuan Papua Nugini.
Sebelum menuju ke kapal asing untuk diselamatkan, para ABK terpaksa terjun ke laut dan berenang sejuah 6 mil karena ombak tinggi sekitar 3 meter. Tanpa sempat menurunkan sekoci, keduanya akhirnya berhasil mencapai kapal asing tersebut.
"Saat berenang sebenarnya mereka nekat karena kami ingin selamat dan menuju kapal yang akan menolong mereka," kata Nakhoda kapal, Labani kepada wartawan di Kapal Labobar yang baru tiba di Pelabuhan Tanjung Perak, Selasa (6/1/2015).
Sedangkan ke-11 ABK memilih ikut kapal asing dari Panama MV. Fodas Peso Adores, yang tiba di Surabaya besok, Rabu (7/1). Kini Ahmad dan Ketut mendapat perawatan di rumah sakit terkait kondisi fisik dan psikisnya. Sebab keduanya masih shock dan membutuhkan pemulihan.
(fat/fat)











































