Dua dari 13 ABK KLM Karya Utama yang Selamat Tiba di Tanjung Perak

Dua dari 13 ABK KLM Karya Utama yang Selamat Tiba di Tanjung Perak

- detikNews
Selasa, 06 Jan 2015 17:12 WIB
Dua dari 13 ABK KLM Karya Utama yang Selamat Tiba di Tanjung Perak
Foto: Olyvia Hulda
Surabaya - Setelah 3 hari terapung-apung di lautan sekitar Perairan Masalembu, dua ABK Kapal Layar Motor (KLM) Karya Utama II yang tenggelam berhasil dievakuasi. Keduanya dibawa Kapal Labobar dan tiba di Gapura Surya, Selasa (6/1/2015).

Mereka yakni Ahmad Gofi (21) warga Bangkalan dan I Ketut Lopeng (40) warga Bali. Meski tak ada korban jiwa, 11 dari 13 ABK masih berada di kapal asing MV. Fodas Peso Adores. Kapal MV. Fodas Peso Adores dari Thailand tujuan Papua Nugini tersebut berhasil menolong PLM Karya Utama II yang tenggelam, Jumat (2/1) karena diterjang ombak setinggi 4 meter.

Peristiwa tenggelamnya KLM Karya Utama II itu saat dari Situbondo, mengangkut 204 sapi dan 750 kambing tujuan Banjarmasin rusak di pompa air. Kerusakan itu diakibatkan ombak tinggi 4 meter dan masuk ke dalam kapal sekitar pukul 14.00 WIB. Pompa rusak mengakibatkan pembuangan air tidak berjalan lancar, sehingga kapal kemasukan air dan tenggelam.

"Sebelum berangkat kami sudah cek semua perlengkapan termasuk pompa air dan semua beres. Kami panik karena pompa tidak berfungsi, jadi kami keluarkan air sebisa mungkin," kata salah satu ABK yang selamat, I Ketut Lopeng (40) warga Jembara, Bali, kepada wartawan di Kapal Labobar.

Setelah ombak menghantam kapalnya, kata Lopeng, kapal asing melintas dan berhasil mengevakuasi para korban. Dan pukul 20.45 WIB, Senin (5/1) Kapal Labobar mendapat panggilan melalui radio jika ada AKB kapal yang tenggelam dan berencana untuk memindahkan ke kapal Labobar agar dibawa ke Surabaya.

"Baru tadi malam kami lakukan evakuasi pemindahan korban dari kapal asing ke Labobar. Karena ombak yang cukup besar, kami hanya berhasil membawa 2 korban dan 11 sisanya masih di kapal asing," ungkap Nakhoda KLM Karya Utama, Labani (51).

Labani mengaku dirinya tidak bisa menurunkan sekoci karena ombak sangat tinggi. "Jadi korban terjun dulu ke laut setelah kapal asing menjauh sekitar 6 mil dari kapal Labobar, baru kami mendekati korban dan mengevakuasi," ungkap Labani.

Saat ini kedua korban sedang ditangani oleh Wakil Direktur Air AKBP Nanang. "Sementara korban saat ini akan dievakuasi lebih lanjut untuk pemulihan kesehatannya, sambil menunggu 11 ABK yang mungkin baru tiba di Surabaya besok," tutupnya.


(fat/fat)
Berita Terkait