Beruntung, ketiganya berhasil diselamatkan dan dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan medis. Mereka adalah Yudi, warga Krebet Senggrong, Kabupaten Malang, Sugeng dan Supriyadi, keduanya warga Kota Malang.
"Saya melihat kok tiba-tiba pingsann saya kemudian memanggil rekan lainnya untuk menolong," jelas Muhamad Dasir, seorang saksi mata.
Setelah dua orang pingsan di dalam, Dasir yang sehari-hari bertugas sebagai security di SPBU langsung panik dan memanggil Yudi, kepala SPBU setempat.
"Pak Yudi masuk ke dalam pakai masker, tapi belum sempat naik dia sudah lemas dan minta tolong," beber Dasir ditemui wartawan di lokasi kejadian.
Melihat ketiga temannya jatuh pingsan, Dasir langsung meminta pertolongan warga dan pekerja SPBU lainnya. Dengan alat seadanya ketiganya kemudian berhasil dievakuasi.
Menurut keterangan yang dihimpun, Supriyadi pertama kali masuk ke dalam tandon atau tanki stok BBM berniat akan melakukan pembersihan, sekaligus mengukur volume tanki yang baru dibangun tersebut.
Rencananya hari ini, pihak SPBU akan mendatangkan Badan Metrologi dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan Propinsi Jawa Timur untuk menghitung dan melakukan verifikasi atas volume tangki baru itu. Setelah ketiga petugas dari Metrologi tiba, proses pengukuran mulai berlangsung.
"Supriyadi itu petugasnya, Sugeng itu bosnya Supriyadi, dari PT Saribumi, Karanglo. Mungkin karena tangki masih baru Supriyadi masuk tanpa pakai masker," ungkap Dasir.
Dasir menyebut tanki yang belum pernah digunakan itu rencananya akan diisi dengan Premium sebanyak 20 ton. Letaknya berada di sisi timur areal pengisian bahan bakar.
Dia menduga ketiga korban tumbang karena menghirup gas beracun yang ada di dalam tanki. Kondisi ketiga korban saat ini masih kritis dan berada dalam perawatan IGD RSU Mitra Delima Gondanglegi.
Aparat kepolisian datang ke lokasi kejadian langsung memasang garis polisi untuk mengamankan tempat kejadian.
(fat/fat)











































