"Kawanan ini beraksinya siang hari dan tidak pernah malam karena mereka memanfaatkan rumah yang kosong ditinggalkan pemiliknya," ujar Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya AKBP Sumaryono kepada wartawan, Selasa (9/12/2014).
Ada tiga pelaku yang dapat diamankan. Mereka adalah Ganda Wijaya (30) alias Gandos, warga Jalan Arjuna. Ganda adalah otak dari pembobolan. Ganda biasanya beraksi bersama dua orang temannya yakni Sis (21) dan Heru. Sayangnya dua teman Ganda tersebut masih buron.
Dua pelaku lain yang diamankan adalah sang penadah. Mereka adalah Bagus alias Gendut (30), warga Kalijudan dan Tanto (38), warga Jalan Sutorejo Prima. Mereka lah yang membeli barang-barang hasil curian Ganda dan kawan-kawan.
"Komplotan ini sudah beraksi di 16 TKP di Surabaya dan Sidoarjo," lanjut Sumaryono.
TKP terakhir para pelaku adalah rumah Rudi (54), warga Jalan Sutorejo Selatan. Dari rumah Rudi, komplotan ini menggasak 4 unit TV, 3 unit laptop, 1 unit PS, 5 unit HP, 8 buah perhiasan emas, 2 unit kamera, 7 buah jam tangan, 3 unit tablet. Semua barang jarahan itu dimasukkan ke mobil Toyota Yaris nopol L 1909 Y yang sebelumnya telah mereka sewa.
"Dalam modusnya, komplotan itu pura-pura bertamu. Setelah memastikan korban tak ada di rumah, mereka segera dengan merusak rumah kunci dan menggasak harta benda di dalam rumah," tandas Sumaryono.
(iwd/iwd)











































