Pasalnya, rumah berlantai dua pagar tralis dan bercat hijau tersebut, digembok dan tidak ada orang yang menjaga.
KPK yang dikawal kepolisian dari Polrestabes Surabaya dan Polsek Sukomanunggal serta disaksikan Ketua RT setempat dan security perumahan di kawasan tersebut, terpaksa membuka gembok pagar depan dengan cara mendatangkan tukang las.
"Ya tadi digembok dan nggak ada penjaga rumahnya. Gemboknya dilas," kata Soeprapto, security perumahan Kupang Jaya, Kamis (4/12/2014).
Setelah berhasil membuka gembok pintu pagar depan, masih ada kendala lainnya yakni, pintu rumah terkunci.
"Kalau pintu masuk rumah mendatangkan tukang kunci," tuturnya.
Sebanyak 1 mobil Innova yang berisi rombongan dari KPK. Mereka menggeledah salah satu aset rumah mantan Bupati Bangkalan, denga mendapatkan pengawalan ketat dari tim Sabhara Polrestabes Surabaya yang membawa senjata laras panjang. Sedangkan anggota Polsek Sukomanunggal berjaga di area luar rumah Fuad.
Rumah tersebut terlihat luas dan bangunannya berdiri di atas lahan 2 kavling.
Alamat rumahnya pun memiliki 2 yakni Kupang Jaya IV nomor 2-4 dan Kupang Jaya V Nomor 1-3.
Rumah bercat putih memiliki 2 rumah joglo yang berdiri di halaman depan sisi kiri dan kanan.
Informasinya, Fuad Amin membeli rumah itu untuk salah satu istrinya (kabarnya Fuad Amin memiliki istri lebih dari 1). Kemudian saat menjabata Bupati Bangkalan, dijadikan sebagai tempat penampungan anak-anak korban kerusuhan SARA asal Sambas dan Sampit.
Ketika memasuki musim Pemilihan Presiden 2014, sempat dijadikan posko pemenangan capres-cawapres Prabowo-Hatta sebagai Posko Jawa Timur Bangkit.
"Yang jaga cuma 1 orang. Dia itu dari Sambas, mulai kecil sampai dikuliahkan. Sekarang dia kerja," terang Soeparpto.
(roi/bdh)











































