"Pada 28 Oktober 2014 lalu, tersangka dikeluarkan dari sekolah. Tetapi dia masih mengajar di dua sekolah lain," kata Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya AKBP Sumaryono kepada wartawan, Jumat (21/11/2014).
Kepada korban, tersangka berdalih jika dia dikeluarkan dari sekolah karena ulah korban. Dalam pengakuannya, tersangka mengaku berpacaran dengan korban. Di sekolah tempat tersangka mengajar memang ada peraturan jika ada yang berpacaran antara guru dengan guru atau guru dengan siswa, maka harus ada yang dikeluarkan.
Tersangka sendiri sudah tiga kali berpacaran di sekolah itu. Pertama ia berpacaran dengan guru. Guru yang dipacari korban pun dikeluarkan. Tersangka tidak dikeluarkan karena sekolah itu masih butuh guru komputer. Yang kedua, tersangka berpacaran dengan seorang siswanya. Ketahuan, tersangka mendapat teguran.
Tetapi saat berpacaran dengan siswa (korban) untuk kedua kalinya, sekolah pun akhirnya memecat tersangka. Padahal tersangka sendiri sudah mempunyai istri yang bekerja sebagai perawat selama 3 tahun. Tetapi mereka tak mempunyai anak.
18 November 2014 lalu, tersangka meminta bertemu korban. Korban yang membolos akhirnya menemui tersangka. Setelah dijemput di sebuah restoran cepat saji, korban yang masih berusia 16 tahun itu diajak ke rumah tersangka. Tersangka mengatakan kepada korban bahwa ia dikeluarkan bukan karena berpacaran dengan korban melainkan karena kasus lain. Tersangka mengaku jika ia hanya ingin bertemu dengan korban saja.
"Di rumah itu, tersangka mencoba melampiaskan nafsunya kepada korban," lanjut Sumaryono.
Tersangka memeluk, mencium dan meraba-raba korban. Korban pun melawan. Namun ia tak berdaya. Korban didorong ke tempat tidur dan di situlah tersangka melampiaskan nafsunya.
"Korban dicabuli dua kali pada saat itu," ujar Sumaryono.
Puas mencabuli korban, tersangka menyuruh korban pulang namun tak lupa berpesan jika kejadian hari itu jangan diceritakan ke orang lain. Namun sampai di rumah, korban kaget karena ia sudah ditunggu gurunya.
Rupanya guru korban curiga dengan korban yang membolos. Ia akhirnya datang ke rumah korban. Namun orang tua korban menyangkal jika putrinya telah membolos. Akhirnya korban menceritakan apa yang terjadi hari itu yang berakhir dengan pelaporan orang tua korban ke polisi.
(iwd/fat)











































