Keluhan petani garam itu disampaikan Risma di sela-sela Konferensi Nasional ke 9 Pengelolaan Sumberdaya Pesisir, Laut dan Pulau-Pulau Kecil di Hotel JW Marriott Surabaya, Rabu (19/11) malam.
"Iya sampai jam 01.00 Wib. Aku tadi malam dipanggil lagi. Aku sudah pulang, aku dipanggil lagi sampai 00.30," ujar Risma pada wartawan di ruang kerjanya di Balai Kota Surabaya, Kamis (20/11/2014).
Apa saja yang dibicarakan Risma dengan Menteri Susi? "Aku ngomong soal petani garam dan soal gimana nelayan kedepan," imbuhnya.
Walikota yang diusung PDIP ini berharap kepada Kementerian Perikanan Kelautan agar bisa memberikan pelatihan dengan menggunakan kapal besar pada nelayan Surabaya.
"Saya ngomong, Bu Susi, kalau misalkan nelayan saya siap kita bisa ditraining menggunakan kapal kapal modern sehingga nelayan kita bisa bersaing dengan negara lain," lanjut dia.
Selain itu, Risma juga sempat menyampaikan keluhan petani garam Surabaya yang kesulitan menjual hasil panen garam karena tidak memiliki sertifikat SNI.
"Malam itu saya pikir, SNI yang menerbitkan kementeriannya bu Susi. Kemudian saya ngomong Bu Susi siapa yang mengeluarkan. Kemudian beliau tanya ke Dirjennya ternyata yang keluarkan Kementerian Perdagangan," ungkap Risma.
Oleh karena itu Risma diminta Susi untuk segera mengirim surat ke Kementerian Perdagangan agar petani garam Surabaya mendapat sosialisasi tentang SNI garam.
"Makanya nanti saya diminta kirim surat ke Pak Rachmat Gobel untuk kirim surat masalah SNI. Sebetulnya pasar tahu kok garam kita, atau garam kita tinggal diolah supaya mengikuti itu. Kalau industri, dia bilang garam kita sudah cukup tinggal dikasih yodium," tandas dia.
(bdh/bdh)











































