Kisah Peternak Kambing Etawa yang Sempat Berjaya

- detikNews
Sabtu, 15 Nov 2014 09:30 WIB
Salah satu peternak kambing etawa yang masih bertahan/Irvan Fauzi
Tulungagung - Desa Karangsono Kecamatan Ngunut Tulungagung pernah menikmati kejayaannya sebagai peternak kambing etawa tahun 2010. Puluhan kandang berisi kambing bertubuh gemuk dan berisi. Bahkan atas prestasinya, desa tersebut dikunjungi oleh Presiden SBY.

Bahkan salah satu kelompok peternak etawa 'Sangkler Group' yang terbentuk sejak tahun 27 Juli 2005 menuai berbagai macam penghargaan. Sebelum jadi peternak kambing etawa, mereka terlebih dulu jadi peternak kambing Jawa.

Dengan berbagai informasi yang didapat dan berdasar kesepakatan anggota, kelompok ini beralih jadi peternak kambing Peranakan Etawa (PE). Jadi peternak kambing etawa ini dianggap lebih menjanjikan karena jenis kambing unggulan dengan kualitas baik.

Daging dan susunya terkenal dengan berbagai khasiatnya. Susu yang dihasilkan kambing etawa laris manis dan banyak diminati. Masyarakat percaya susu yang kaya pospor dan kalsium itu memiliki banyak manfaat. Biasanya diberikan ke orang yang sedang terapi penyakit asma dan banyak penyakit lainnya.

Namun kini, kandang-kandang yang pernah menjual kambing super mahal itu kosong melompong.

"Sekarang masih ada beberapa peternak yang bertahan, hanya saja kualitas kambingnya biasa," kata seorang peternak kambing etawa, Takul (30) saat ditemui detikcom di kandangnya, Sabtu (15/11/2014).

Dulu, kata dia, kambing-kambing dari desanya sering mengikuti berbagai kontes kambing PE baik tingkat lokal maupun nasional. Dari berbagai kontes yang diikuti banyak kambing kelompok Sangkler Group mendapat juara. Otomatis nilai jual per ekor mencapai mencapai puluhan juta rupiah.

"Itu tinggal kenangan. Kini lihatlah kandang-kandang banyak yang kosong dan banyak yang beralih bekerja di sektor lain," jelasnya.



(fat/fat)