Adalah Aiptu Nuril Anwar, Kanit Provost Polsek Kota Banyuwangi. Polisi ini berjibaku duel melawan 10 pemuda mabuk asal Kelurahan Sumberejo, Kecamatan Banyuwangi yang berbuat onar di tempat hiburan jaranan Kelurahan Pakis, Banyuwangi. Tak tangung-tanggung, semua diringkus dalam waktu singkat.
"Anggota ini sudah melakukan penyelamatan Brigarid Ponco yang dikerubut pemabuk itu. Sekaligus mengamankan 10 pemuda sekaligus," kata Kapolsek Kota Banyuwangi, AKP Ketut Redana, kepada detikcom saat ditemui di kantor Polsek Kota, Selasa (11/11/2014).
Peristiwa itu berawal saat penonton tumpah ruah di hiburan tradisional Jaranan khitanan anak dari Osok, warga Kelurahan Pakis. Tiba-tiba segerombolan pemuda yang baru menenggak arak oplosan datang dan tanpa sebab yang jelas menghajar pemain Jaranan.
Bukannya berhenti, para pemuda mabuk itu langsung menghajar salah satu anggota polisi, yakni Brigadir ponco, yang mencoba melerai. Aksi pahlawan langsung dilakukan Aiptu Nuril Anwar.
"Beruntung anggota saya mahir dalam beladiri. Ini kita langsung periksa 10 pemuda mabuk ini," pungkas pria berpangkat balok tiga di pundak ini.
Sementara, Irwan Jaya, salah satu pelaku pemukulan oknum polisi mengaku hanya ikut-ikutan dalam aksi itu. Dirinya tidak tahu jika yang mereka pukul itu adalah anggota polisi.
"Saya tidak tahu bapak yang tadi polisi. Saya hanya ikut-ikutan mukul," ungkapnya.
Setelah diamankan, polisi langsung melakukan pemeriksaan intensif kepada 10 pemabuk yang diringkas itu. Mereka sebagian masih dibiarkan tergeletak didepan mapolsek, lantaran mabuk berat. Selanjutnya mereka akan diamankan 1x 24 jam.
(fat/fat)










































