"Saya istilahkan melontarkan isu tersebut timingnya tidak tepat. Karena banyak persoalan negara yang lebih besar harus diselesaikan," ujar Najib Hamid kepada wartawan di sela acara Temu tokoh agama dan tokoh masyarakat Provinsi Jawa Timur yang digelar Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Jatim di Gedung Kartika, komplek Makodam V Brawijaya, Surabaya, Selasa (11/11/2014).
Najib yang juga Sekretaris Pengurus Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur mengatakan, kemungkinan Mendagri lupa bahwa di Pancasila sebagai dasar negara terdapat Ketuhanan Yang Maha Esa.
"Soal pilihan agama itu hak azasi. Tapi dasar negara kita kan harus beragama," ujarnya.
Ia menambahkan, isu pengosongan kolom agama tidak akan menyelesaikan masalah, tapi mengundang masalah baru.
"Saya nggak tahu apakah ini mungkin untuk mengalihkan masalah atau isu yang lebih besar," tandasnya sambil menambahkan kemungkinan FKUB Jatim akan merapatkan polemik pengosongan kolom agama yang diwacanakan Mendagri.
(roi/fat)











































