BPOM Temukan Makanan Mengandung Borax dan Rodhamin B di Mojokerto

BPOM Temukan Makanan Mengandung Borax dan Rodhamin B di Mojokerto

- detikNews
Selasa, 11 Nov 2014 12:25 WIB
BPOM Temukan Makanan Mengandung Borax dan Rodhamin B di Mojokerto
Pemeriksaan makanan mengandung formalin di Pasar Tanjung Anyar/Enggran EB
Mojokerto - Pemkot Mojokerto dan Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Surabaya memperingati hari kesehatan nasional dengan membuka stan pemeriksaan makanan gratis bagi konsumen di Pasar Tanjung Anyar, Kota Mojokerto, Selasa (11/11/2014).

Sayangnya, dalam pemeriksaan itu, petugas dari BPOM Surabaya masih menemukan sejumlah makanan yang mengandung pengawet jenis Borax dan pewarna tekstil jenis Rodhamin B.

Kepala BPOM Surabaya, I Gusti Ngurah Bagus Kusuma Dewa mengatakan, parameter pemeriksaan makanan ini meliputi uji Rodhamin B (pewarna merah tekstil), serta pengawet makanan jenis Formalin dan Borax.

Sampel makanan yang diuji berasal dari konsumen yang membeli makanan di Pasar Tanjung Anyar, seperti kerupuk, tahu, tempe, roti, sosis, bakso, ikan asin, terasi dan makanan siap saji lainnya. Puluhan konsumen dengan sukarela memberikan sedikit makanan yang mereka beli untuk diuji kandungannya.

"Kita temukan kerupuk yang mengandung Borax," ucap I Gusti kepada wartawan di lokasi.

Pemeriksaan sampel makanan yang dilakukan secara langsung di Pasar Tanjung Anyar ini, melibatkan petugas dari BPOM Surabaya, dan Dinkes Kota Mojokerto. I Gusti menambahkan, hasil pemeriksaan sejumlah sampel makanan ditemukan kandungan rodhamin B pada kerupuk dan terasi.

"Untuk makanan yang positif (mengandung bahan kimia berbahaya), akan kita lihat dimana dijualnya, menggunakan bahan baku apa dan sebagainya, kalau produsen masih membandel akan kita lakukan tindakan pro yudisial," tegasnya.

Sementara Walikota Mojokerto, Mas'ud Yunus menuturkan, selain memeriksa makanan yang dibeli para konsumen, petugas juga mengambil sampel sejumlah makanan dari pedagang di Pasar Tanjung Anyar. Selain itu, sejumlah pedagang makanan yang biasa mangkal di sekolah-sekolah juga digiring ke lokasi pemeriksaan untuk diuji kandungan makanan yang mereka jual.

"Kegiatan ini dalam rangka memperingati hari kesehatan nasional, pemeriksaan makanan ini untuk melindungi konsumen agar tidak mengkonsumsi makanan-makanan yang mengandung borax, formalin dan sebagainya," ucap Mas'ud.

Sayangnya pemeriksaan makanan ini, menurut Mas'ud tidak akan dilakukan secara rutin. "Pemeriksaan tidak ada penjadwalan secara rutin, karena armada BPOM terbatas, hanya ada 3 armada di Jawa Timur, tapi kita terus komunikasi secara rutin memeriksakan ke sana," pungkasnya.

(fat/fat)
Berita Terkait