Menantu di Situbondo Nekat Bacok Ibu Mertua & Adik Ipar

Menantu di Situbondo Nekat Bacok Ibu Mertua & Adik Ipar

- detikNews
Senin, 03 Nov 2014 17:39 WIB
Menantu di Situbondo Nekat Bacok Ibu Mertua & Adik Ipar
Foto: Ghazali Dasuqi
Situbondo - Gara-gara tersinggung, seorang menantu di Situbondo mendadak kalap hingga tega membacok ibu mertua dan adik iparnya, Senin (3/11/2014). Akibat bacokan celurit sang menantu, Marsinah (56) dan anaknya, Abdul Basit (37), harus dibawa ke puskesmas terdekat.

Namun, karena lukanya cukup parah, ibu dan anak asal Desa Trebungan kecamatan Mlandingan itu, langsung dirujuk ke RSU dr Abdoer Rahem Situbondo.
Ibu mertua mengalami luka bacok di kepala dan telapak tangan. Sementara si adik ipar menderita luka bacok di dada dan lehernya.

Tak lama setelah membacok, menantu bernama Muntaha (47) langsung diamankan polisi. Aparat Polsek Mlandingan juga menyita sebuah celurit sebagai barang bukti dari rumah pelaku, yang berdampingan dengan rumah mertua dan adik iparnya.

"Dua korban tadi langsung kita bawa ke Puskesmas. Tersangka juga sudah kita amankan di rumahnya. Sampai sekarang masih diperiksan," kata AKP Mohammad Subakri kepada detikcom.

Kapolsek Mlandingan itu menerangkan, insiden pembacokan itu diduga bermotif ketersinggungan Muntaha terhadap adik iparnya, Abdul Basit. Saat itu, Abdul Basit mengajak keponakannya yang anak Muntaha untuk ziarah kubur. Mendengar itu, Muntaha melarang anaknya ikut. Tapi Abdul Basit tetap memaksa keponakannnya, dan memintanya segera ganti baju.

Merasa diremehkan, Muntaha tersinggung hingga bergegas mengambil celurit. Tanpa basa-basi dia langsung menebaskan celuritnya ke arah Abdul Basit, hingga mengenai dada dan lehernya. Melihat sang anak dibacok menantunya, Marsinah pun bergegas datang untuk melerai.

Namun, kedatangan sang mertua tak mampu menghilangkan emosi Muntaha. Justru, pelaku dengan tegas mengarahkan bacokan celuritnya ke arah mertuanya, hingga mengenai kepala dan telapak tangan kirinya. Aksi kalap sang menantu baru terhenti, setelah dilerai tetangganya.

"Di balik tersinggung soal anak, diduga pelaku memang menyimpan emosi lain. Sebab, rencananya pelaku memang akan diminta pindah dari rumahnya, karena istrinya (anak Marsinah,red) sudah meninggal. Tapi masih kami selidiki," tegas AKP Subakri.

(fat/fat)
Berita Terkait