Pihak RSUD Pare pun belum menyatakan hasil pasti apakah GN positif atau bahkan negatif ebola. Dari hasil pemeriksaan terakhir yang dilakukan rumah sakit, GN sudah tidak lagi mengalami panas, tidak ada nyeri otot, nyeri tenggorokan dan batuk yang juga sudah berkurang.
"Makan, minum lancar, kondisinya stabil, hanya pastinya kita masih harus menunggu hasil lab dari Dinas Kesehatan Provinsi," kata dr Harnowo wilujeng, dokter yang menangani pasien ebola, di RSUD Pare, Senin (3/11/2014)
Menurut dr Harnowo, data terakhir suhu tubuh pasien dalam keadaan normal 36,9, dan tekanan darah normal 110. "Kita akan terus lakukan pemeriksaan ulang secara berkala" imbuhnya.
Pihak rumah sakit juga sudah melakukan pemeriksaan terhadap orang dekat pasien yang kemungkinan kontak dengan pasien, mengingat penularan ebola melalui cairan tubuh .
"Istri, anak semua sudah kita cek dan hasilnya baik," jelas dr Harnowo Wilujeng.
Dalam menangani pasien supect ebola, pihak rumah sakit memberlakukan standart penanganan ruang isolasi dengan alat pelindung diri lengkap, masker berlapis, sarung tangan, penutup kepala, kacamata, baju lengkap termasuk plastik dilapisan terluar, sepatu boots dan stetoskop. Alat-alat tersebut hanya digunakan sekali dan langsung dilakukan pembakaran.
GN (45), masuk ke RSUD Pelem Pare Kabupaten Kediri pada Jumat (31/10/2014) siang dengan kondisi panas tinggi serta nyeri tenggorokan. Dia langsung mendapat perawatan intensif di ruang isolasi.
GN memiliki riwayat pernah tinggal selama 7 bulan di Liberia, dan dia baru pulang ke Indonesia 26 Oktober lalu.
(bdh/bdh)











































